• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Ara Sirait Disebut SARA, PDIP Akan Kirimkan Buku “Politik Itu Suci” Karya Ayahnya Sabam Sirait

Redaksi by Redaksi
24 November 2024
in Nasional
1
Ara Sirait Disebut SARA, PDIP Akan Kirimkan Buku “Politik Itu Suci” Karya Ayahnya Sabam Sirait

Ket. Hasto Kristiyanto, Sekjend DPP PDIP.

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Ket. Hasto Kristiyanto, Sekjend DPP PDIP.

Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menilai Maruarar Sirait atau Ara melontarkan pernyataan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) saat politikus Gerindra itu bilang pasangan Pramono Anung-Rano Karno bakal ditinggal pemilih nonmuslim setelah didukung eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Hasto juga akan mengirim buku karangan almarhum ayah Maruarar, Sabam Sirait, berjudul “Politik Itu Suci”, demi mengingatkan agar jangan memberhalakan uang.

Hasto berbicara demikian demi menjawab pertanyaan awak media di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2024) dengan didampingi Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy.

“Ya, kami ini sangat menyesalkan, ya, pernyataan Pak Ara Sirait, itu sudah masuk kategori SARA,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/11/2024).

Hasto menilai pernyataan Ara yang menjabat Menteri Perumahan dan Pemukiman tidak disukai Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan pilkada serentak 2024 secara kondusif.

Sebab, kata dia, pernyataan Ara yang bernuansa SARA berpotensi memunculkan gejolak antara umat beragama pada kontestasi politik.

“Kalau itu didengar Pak Prabowo sekali pun, saya yakin Presiden Prabowo juga tidak akan suka dengan pernyataan dari pembantunya yang bernada sombong, yang tidak kondusif di dalam menciptakan iklim politik yang baik, apalagi SARA itu sesuatu yang harus dihindari dan itu tertuang di dalam undang-undang tentang pemilu,” beber Hasto.

Peraih cumlaude untuk gelar doktor dari Universitas Indonesia (UI) itu juga menilai pernyataan Ara yang bernuansa SARA sangat jauh dari cita-cita sang ayah Sabam Sirait.

Sabam Sirait, kata Hasto, tokoh yang pernah menerbitkan buku Politik Itu Suci dan mengingatkan semua pihak tidak terlena terhadap megahnya kekuasaan.

“Saya teringat bagaimana Pak Sabam Sirait Itu pernah mengeluarkan buku tentang Politik Itu Suci, sehingga mungkin Pak Ara Sirait melupakan nasihat bapaknya sendiri dari Pak Sabam, saya pernah mendapat cerita bahwa kekuasaan dan uang bisa menjadi berhala, mungkin karena beliau sudah masuk di dalam zona nyaman, rumahnya di Jalan Diponegoro sangat mentereng dan kemudian melupakan itu,” kata pria kelahiran Yogyakarta itu.

Hasto mengaku bakal mengirimkan buku milik Politik Itu Suci ke Ara agar eks aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) itu tidak lupa cita-cita sang ayah Sabam Sirait.

“Saya akan kirimkan buku Pak Sabam ini kepada Pak Ara Sirait, supaya beliau bisa melakukan perenungan terhadap nasihat-nasihat, tidak hanya di dalam pelaksanaan pemilu yang baik, tetapi juga bagaimana politik itu sebenarnya suci, jangan sampai kekuasaan dan harta menjadi berhala hanya karena kekuasaan,” katanya.

Sementara itu, Ronny menyebut parpolnya akan menempuh upaya ke Bawaslu menyikapi pernyataan Ara yang menuding Pram-Doel tidak akan dipilih pemilih nonmuslim di Pilkada Jakarta 2024 setelah didukung Anies.

Sebab, kata Ronny, pernyataan Ara berbahaya karena bisa memecah belah rakyat pada Pilkada Jakarta 2024.

“Ya, kami akan segera melaporkan kepada Bawaslu karena statement Saudara Ara ini. Tentunya sangat bahaya ini, dapat memecah belah warga Jakarta. Tentunya kami akan segera mengambil langkah hukum,” kata eks pengacara Bharada Eliezer atau Bharada E itu.

Ara sebelumnya menyebut suara pasangan Pram-Doel di Pilkada Jakarta 2024 bakal terkikis usai memperoleh dukungan dari Anies.

Ara mengatakan suara Pram-Doel akan terkikis dari unsur kalangan nonmuslim. Alasannya, basis suara PDIP merupakan kelompok nasionalis yang tidak sejalan dengan Anies, yang dinilai sebagai figur agamis.

“Saya yakin akan turun karena sekarang Pramono didukung oleh Anies,” kata Ara, Jumat (22/11/2024).

475
Tags: Anies BaswedanHasto KristiyantoMaruara SiraitPDIPPrabowo SubiantoPramono Anung
Previous Post

Keluarga Besar Banom NU Kota Tanjungbalai Adakan Dzikir dan Istighosah PILKADA DAMAI

Next Post

PDIP Minta Prabowo Tegur Jokowi yang Terlalu Jauh Cawe-cawe di Pilkada

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
PDIP Minta Prabowo Tegur Jokowi yang Terlalu Jauh Cawe-cawe di Pilkada

PDIP Minta Prabowo Tegur Jokowi yang Terlalu Jauh Cawe-cawe di Pilkada

Comments 1

  1. buy fifa coins cheap says:
    3 bulan ago

    Thank you for this insightful piece. It’s given me a lot to think about.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.