
Jakarta – Publik menyoroti video Presiden RI, Prabowo Subianto yang diduga memberikan dukungan kepada satu calon kepala daerah dalam kampanye Pilkada serentak 2024.
Dalam video berdurasi 5 menit 39 detik yang beredar di media sosial, Prabowo terlihat menyampaikan dukungan yang dianggap menguntungkan salah satu pasangan calon.
Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyayangkan video tersebut dan menilai tindakan Prabowo bisa memengaruhi netralitas kepala negara dalam proses Pilkada.
“Ada hal kritis dan krusial soal video Presiden Prabowo yang diduga melakukan tindakan menguntungkan pasangan calon tersebut,” ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Rendy NS Umboh dalam keterangannya, Senin (11/11/2024).
Video itu juga dirasa dapat menurunkan kewibawaan Prabowo di mata masyarakat.
“Sebegitunya kah presiden kita diperlakukan? Kelihatan seolah-olah, kehilangan kewibawaan sebagai presiden, dengan ‘memohon’ hanya untuk kemenangan salah satu pasangan calon,” sambung Rendy
Rendy menekankan, setelah dilantik menjadi presiden, Prabowo seharusnya berdiri sebagai pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.
Kepemimpinan Prabowo untuk periode 2024-2029 disebut untuk seluruh bangsa, tanpa keberpihakan, demi menjaga persatuan dan integritas dalam proses demokrasi.
Oleh karena itu, Rendy mengingatkan pentingnya posisi presiden yang tetap netral, tidak terlibat dalam mendukung salah satu calon di pilkada, demi keadilan dan kredibilitas pemilu.
Sebelumnya, Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Chico Hakim mengkritik sikap blak-blakan Presiden Prabowo yang mendukung pasangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Meski terang-terangan mendukung Luthfi-Yasin di Pilkada Jateng, PDIP berharap Prabowo tidak menyalahi kekuasaan alias abuse of power.
“Semoga dukungan itu sifatnya endorsement bukan pengerahan atau penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power),” kata Chico dalam keterangannya, Senin (11/11/2024).
Ia meyakini, jika suara yang akan disalurkan masyarakat terhadap seorang calon tak ada terpengaruh dengan adanya endorsement.
“Namun ya kami tunggu saja nanti sikap masyarakat kami meyakini bahwa suara suara elektabilitas seseorang itu terkait pilihan masyarakat langsung bukan endorsement,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia pun meyakini jika elektabilitas pasangan calon yang didukung PDIP yakni Andika-Hendi tetap akan bertahan di Jateng.
“Kami berharap momentum yg sudah baik bagi Andika dan Hendi, di mana hasil survei kebanyakan menunjukkan elektabilitasnya berada di atas tetap bertahan nanti sampai hari pemilihan,” pungkasnya.



