• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

KPK Ajak Mahasiswa Perangi Korupsi Sejak Dini

Redaksi by Redaksi
23 Oktober 2024
in Nasional, Artikel
0
KPK Ajak Mahasiswa Perangi Korupsi Sejak Dini
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Regenerasi koruptor di Indonesia semakin masif, menandakan pentingnya peran generasi muda dalam memerangi korupsi. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana, dalam audiensi bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Jakarta, dikutip dari akun resmi KPK.id Rabu (23/10/2024).

“Faktanya, saat ini banyak usia koruptor yang masih muda. Artinya, regenerasi koruptorsangat cepat bertumbuh di Indonesia. Untuk memerangi 1 koruptor itu, kita butuh 1.000 anti koruptor, termasuk teman-teman dari UNPAD yang hadir ke KPK hari ini,” ungkap Wawandi hadapan 75 mahasiswa yang hadir.

Wawan juga menegaskan, meski KPK terus melakukan penindakan, regenerasi pelakukorupsi terus terjadi, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Iamenekankan pentingnya pendidikan antikorupsi yang harus diimplementasikan oleh generasimuda melalui nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesempatan anak-anak muda untuk mengisi jabatan strategis pemerintah di masa depansangat terbuka. Saya berharap apa yang disampaikan di acara ini bisa menjadi trigger danbekal persiapan teman-teman untuk menghindari perilaku korupsi nantinya,” harap Wawan.

Melalui Direktorat Jejaring Pendidikan, KPK terus memperluas Pendidikan Antikorupsi(PAK) dengan berbagai inisiatif, salah satunya melalui insersi pendidikan antikorupsi keberbagai jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Insersi ini dilakukan denganmemasukkan mata kuliah khusus atau mengintegrasikannya ke dalam mata kuliah relevan di kampus.

“Kita mendorong setidaknya dua bab pembahasan khusus tentang korupsi dalam kurikulum. Saat ini, KPK mencatat telah ada sekitar 29.000 program studi di berbagai perguruan tinggiyang telah mengadopsi PAK. Kami bekerja sama dengan bidang kurikulum untukmemastikan adanya keseragaman antara satu program studi dengan yang lain,” jelas Wawan.

Wawan menekankan, penting bagi dosen untuk tidak hanya mengajarkan materi antikorupsisecara formal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas dalam keseharian. Dengan sinergiantara KPK dan perguruan tinggi, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahandalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dosen Pembimbing Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP UNPAD, Bonti, menyampaikan bahwa mahasiswa UNPAD sangat antusias dalam mendalami isu korupsi. Antusiasme ini tercermin melalui diskusi di ruang publik kampus serta perkuliahan yang membahas topik seputar korupsi.

“Kedatangan kami di sini bukan hanya sekadar untuk tujuan akademis, tetapi juga membawaspirit yang menekankan bahwa isu korupsi bukan hanya masalah birokrasi, tapi juga soalmoral. Kita semua sadar bahwa jika korupsi tidak bisa diberantas, negara ini akan terusmerugi,” ungkap Bonti.

Bonti menambahkan bahwa beberapa mata kuliah di program studi Ilmu Administrasi PublikUNPAD, seperti Dasar-Dasar Ilmu Politik, Dasar Administrasi Publik, hingga Etika Administrasi Publik, telah mengadopsi topik terkait korupsi. Mata kuliah ini membahasbirokrasi, kode etik, sistem merit, dan isu-isu korupsi secara komprehensif.

“Kami ingin para mahasiswa memahami korupsi, baik dari sisi akademis maupun praktis. Diharapkan mahasiswa kami bisa menjadi bagian dari solusi pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegas Bonti.

Dengan kolaborasi KPK dan perguruan tinggi, diharapkan mahasiswa dapat menjadi gardaterdepan dalam menciptakan generasi antikorupsi yang lebih berintegritas.

372
Tags: KorupsiKPKKPK RIMahasiswa
Previous Post

Prabowo ke Menteri: Tak Ada yang Kebal, Copot Pejabat yang Tak Becus Kerjanya

Next Post

Prabowo: Jangan Bangga Jadi Anggota G20 Kalau Rakyat Kita Masih Miskin

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Prabowo: Jangan Bangga Jadi Anggota G20 Kalau Rakyat Kita Masih Miskin

Prabowo: Jangan Bangga Jadi Anggota G20 Kalau Rakyat Kita Masih Miskin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMA Negeri 1 NA IX-X Dirgahayu Republik Indonesia

PERUMDA TIRTA BHAGASASI

PERUMDA TIRTA BHAGASASI
UCAPAN HUT RI DAN HUT KABUPATEN BEKASI
Keluarga Besar Perumda Tirta Patriot

Iklan Ucapan Selamat

Kepala Disdik Kabupaten Labuhanbatu

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.