• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Bermaksud Menolong Lansia Terjatuh dan Tewas Di Pekarangan Rumahnya, Seorang Pedagang Ayam Justru Dituduh Menganiaya Dan Kios Jualan Dirusak Massa

Redaksi by Redaksi
29 Juni 2024
in Daerah
0
Bermaksud Menolong Lansia Terjatuh dan Tewas Di Pekarangan Rumahnya, Seorang Pedagang Ayam Justru Dituduh Menganiaya Dan Kios Jualan Dirusak Massa
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KoranNuaantara.id–Makassar, Seorang warga Moncongloe, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan berinisial SK (74), tiba-tiba meninggal dunia setelah terjatuh sendiri di pekarangan rumahnya, Jumat (28/06/2024) pagi. Lelaki lanjut usia (lansia) itu dikabarkan, sebelumnya bersangkutan terlibat cekcok dengan tetangganya, pedagang ayam berinisial WW (40) yang kios jualannya tepat berada di samping rumah korban.

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, cekcok yang terjadi bermula ketika SK dengan memegang kayu balok mendatangi kios jualan milik WW lalu marah-marah. Sikap korban itu tidak diladeni oleh WW yang sementara memotong-motong ayam pesanan pembelinya, lebih memilih menghindar dan tetap berlindung di dalam kiosnya sambil mengvideokan peristiwa tersebut menggunakan HP.

Usai marah-marah dan memukul-mukul dinding kios, SK lalu berjalan kembali ke depan rumahnya dan duduk-duduk di dekker. Saat itulah korban tiba-tiba jatuh dan kemudian meninggal dunia. Melihat kejadian itu, WW bermaksud melakukan pertolongan dengan berteriak agar keluarga korban segera keluar dari dalam rumah untuk melihat kondisi orangtua mereka.

Fatalnya, nasib apes harus dialami WW. Niatnya menolong, tapi dia justru dituduh telah menganiaya SK hingga tewas. Bahkan massa yang diduga dari kalangan keluarga SK bersikap anarkis dengan merusak kios jualan milik WW. Karena melihat keadaan tak kondusif, WW dan seorang karyawannya lalu mengambil sikap segera menutup kiosnya dan bergegas ke kantor Mapolsek Moncongloe untuk melaporkan kejadian tersebut sekaligus meminta perlindungan dirinya.

Pemantauan media di tempat kejadian perkara (TKP), massa yang terus berdatangan hingga terpancing informasi-informasi hoax dan provokasi oknum-oknum tak bertanggungjawab, diduga tak puas dengan aksi merusak kios jualan milik WW kemudian ramai-ramai menumpang beberapa unit mobil dan sepeda motor mendatangi kantor Mapolsek Moncongloe.

Suasana di depan dan sekitar Mapolsek Moncongloe yang dijejali massa sekitar ratusan orang, mengakibatkan pihak keluarga dari WW bersama penasehat hukumnya tidak berani merapat kesana karena tidak ingin terjadi gesekan. Salah seorang anggota keluarga yang merupakan ipar dari WW yakni Dr. Ir. Muhammad Zainal Altim, ST, MT ditemani pengacara Yodi Kristianto, SH, MH bersama beberapa awak media akhirnya menuju ke Mapolda Sulsel melaporkan peristiwa itu dan meminta perlindungan terhadap WW di Mapolsek Moncongloe sekaligus hendak mengadukan perihal perusakan kios jualan milik WW.

Petugas SPKT Polda Sulsel yang menerima kedatangan keluarga WW kemudian memberikan petunjuk dan jaminan keamanan terhadap diri WW selama bersangkutan diamankan di Mapolsek Moncongloe. Sementara terkait peristiwa perusakan kios jualan, petugas menyarankan agar isteri dari WW yang membuat laporan dengan memperlihatkan bukti seperti foto kondisi kios yang sudah dirusak massa, terserah mau mengadu di Mapolres Maros atau Mapolda Sulsel.

Sementara Kapolsek Moncongloe, Iptu Suhardi, SE yang dihubungi wartawan, Sabtu (29/06/2024) mengemukakan, korban SK yang datang marah-marah dengan menyinggung soal kotoran dari kios WW. “Dia (korban) yang datang marah-marah dan pukul dinding kios lalu pergi duduk-duduk di depan rumahnya di atas dekker. Disitulah korban jatuh lalu meninggal dunia,” jelasnya.

Menurutnya, pihak Polsek Moncongloe telah mendatangi lokasi kejadian dan juga mengamankan WW guna menghindari tuduhan dan amukan massa. “Kami amankan WW di kantor, jangan sampai dia jadi sasaran. Jangan sampai dia tidak apa-apai korban lantas dituduh dan jadi sasaran massa,” ujar Iptu Suhardi.

Kapolsek Moncongloe mengakui pula jika di bagian kepala korban terdapat sebuah luka lebam. Tapi luka lebam itu diduga akibat terbentur sewaktu korban terjatuh saat duduk-duduk di dekker setelah terlibat cekcok dengan WW. “Iya benar ada luka lebam di bagian kepala karena terjatuh dari dekker agak tinggi yang ada di depan rumahnya,” tuturnya lagi.

Dipaparkan juga, petugas Inafis Polres Maros sudah melakukan visum luar terhadap jenazah korban dan masih menunggu hasilnya. “Kan untuk SOP awal, dilakukan visum dulu oleh Inafis Polres Maros dan saat ini belum ada hasilnya,” lanjutnya lalu menambahkan bahwa setelah kejadian itu, kios jualan milik WW dirusak massa atau orang tak dikenal (OTK), namun aparat kepolisian belum mengetahui pelaku-pelakunya.

“Saya sudah melihat kondisi tempat usaha ayam milik WW yang dirusak massa, tetapi kami belum mengetahui siapa pelaku-pelakunya. Saya mengimbau kepada masyarakat agar dapat menahan diri dan tidak termakan dengan berita hoax. Karena belum ada penunjukan saksi yang menyebutkan korban dipukul atau bagaimana. Namun namanya berita hoax, itu kan lebih berbahaya,” tandasnya.

Keterangan yang diperoleh media ini menyebutkan, hingga siang ini dikabarkan massa masih berjejal di depan dan sekitar Mapolsek Moncongloe. Meski demikian aparat keamanan sudah mengantisipasi dan bersiaga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati itu, pihak keluarga yang masih belum berani mendatangi kantor Mapolsek Moncongloe terus berupaya dan berharap agar WW bisa dievakuasi untuk dititip di Mapolres Maros atau Mapolda Sulsel.

396
Tags: Dituduh dan Jualannya di Amuk MassaJatuh SendiriMakassarMeninggalPedagang Ayam
Previous Post

FORMASU Jakarta: Bang Masinton Pasaribu Sangat Pantas Maju Jadi Calon Wali Kota Medan

Next Post

Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu, Prajurit Tanjungpura Akan Terima Penghargaan Dari Kasad

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu, Prajurit Tanjungpura Akan Terima Penghargaan Dari Kasad

Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu, Prajurit Tanjungpura Akan Terima Penghargaan Dari Kasad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.