• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

GPPN Apresiasi Langkah KSP Buka Ruang Dialog, Jembatani Aspirasi Rakyat ke Presiden

Keterbukaan KSP Sigit Perkuat Dialog Rakyat dan Pemerintah

Putra by Putra
29 Oktober 2026
in Nasional
0
GPPN Apresiasi Langkah KSP Buka Ruang Dialog, Jembatani Aspirasi Rakyat ke Presiden

Ket. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media terkait perintah Presiden Prabowo Subianto agar TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat bersinergi menangani kebakaran hutan dan lahan, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026). (Foto: KSP)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Generasi Pemuda Presisi Nusantara (GPPN) menyampaikan dukungan dan apresiasi atas komitmen, langkah strategis, dan dedikasi Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam membuka ruang dialog bagi mahasiswa dan elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat komunikasi antara rakyat dan pemerintah, menjaga kualitas demokrasi, menghormati hak asasi manusia (HAM), serta merawat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Nasional GPPN, Nasky Putra Tandjung, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional warga negara sekaligus bagian penting dari kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, pandangan, dan tuntutan secara damai harus dihormati dan dijamin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami mengapresiasi keterbukaan KSP Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan pemerintah siap menampung aspirasi mahasiswa maupun perwakilan kelompok masyarakat lainnya. Ruang dialog ini penting untuk membangun komunikasi yang sehat, memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan aspirasi masyarakat memperoleh perhatian pemerintah,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).

Menurut Nasky, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta, imbauan KSP agar masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib, menghormati hak orang lain, tidak mudah terprovokasi, dan menghindari tindakan anarkis menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.

Generasi Pemuda Presisi Nusantara (GPPN) memandang penyampaian pendapat di muka umum sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan. Kritik dan perbedaan pandangan merupakan bagian yang wajar dalam demokrasi serta perlu dipandang sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki kebijakan dan mendorong pemerintah agar semakin responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Nasky menilai keterbukaan KSP Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam menerima aspirasi dapat menjadi jembatan strategis yang menghubungkan persoalan masyarakat dengan agenda pemerintah. Melalui dialog yang berkelanjutan, berbagai aspirasi diharapkan dapat diteruskan kepada instansi terkait, ditindaklanjuti secara tepat, dan memperoleh kejelasan respons.

“Pemerintahan yang responsif bukan hanya mampu menjalankan program prioritas, tetapi juga bersedia mendengar kritik, mengenali persoalan di lapangan, dan melakukan perbaikan berdasarkan masukan masyarakat. Karena itu, ruang dialog perlu diikuti dengan tindak lanjut yang nyata agar aspirasi rakyat menjadi bagian dari evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, GPPN menilai peran KSP memiliki arti strategis dalam mendukung pengawalan program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaannya selaras dengan kebutuhan dan kepentingan rakyat. Komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan, memperkuat koordinasi, serta mendorong pelaksanaan program pemerintah agar semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Nasky, dukungan terhadap pemerintah tidak berarti meniadakan kritik. Sebaliknya, dukungan yang konstruktif harus berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap evaluasi, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Oleh karena itu, GPPN juga mengimbau seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan peserta aksi, untuk mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan proporsional. Aparat diharapkan menghormati hak warga yang menyampaikan aspirasi secara damai, sementara peserta aksi diharapkan menjaga ketertiban, menghindari tindakan anarkis, serta menghormati hak masyarakat lainnya.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang kebebasan, perlindungan HAM, penegakan hukum yang adil, dan dialog yang terbuka. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan. Mari kita jadikan aspirasi masyarakat sebagai energi bersama untuk memperbaiki Indonesia,” jelasnya.

GPPN turut mengajak masyarakat agar bijak menerima dan menyebarkan informasi, memeriksa kebenaran sumber, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi. Sikap kritis dan bertanggung jawab, baik dalam menyampaikan aspirasi secara langsung maupun melalui ruang digital, diperlukan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.

GPPN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi pemuda yang kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat gotong royong, GPPN mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Indonesia yang demokratis, berkeadilan, berdaulat, dan bersatu.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, menurut Nasky, harus menjadi pengingat bahwa perbedaan aspirasi tidak boleh mengikis semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Demokrasi dan persatuan merupakan nilai yang harus berjalan beriringan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk tetap bersatu di tengah perbedaan. Mahasiswa, masyarakat sipil, pemerintah, dan aparat keamanan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga demokrasi, menghormati HAM, dan merawat NKRI. Aspirasi harus didengar, dialog harus dibuka, dan persatuan harus senantiasa dijaga,” tutup Nasky.

Views: 51
Tags: Aksi DemonstrasiAsta Cita Presiden PrabowoGenerasi Pemuda Presisi NusantaraHari Sumpah PemudaJenderal Polisi Listyo Sigit PrabowoKSPMahasiswaNasky Putra TandjungPemerintahRakyat
Previous Post

Tanamkan Nasionalisme Calon Bhayangkara, SPN Polda Sumut Gelar Upacara Sumpah Pemuda

Next Post

Bidik Pasar Asia, PTPN IV PalmCo Targetkan Ekspor CPO 759 Ribu Ton pada 2027

Putra

Putra

Next Post
Bidik Pasar Asia, PTPN IV PalmCo Targetkan Ekspor CPO 759 Ribu Ton pada 2027

Bidik Pasar Asia, PTPN IV PalmCo Targetkan Ekspor CPO 759 Ribu Ton pada 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.