JAKARTA | Korannusantara.id – Pemuda Patriot bersama Digdaya Indonesia mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengevaluasi kebijakan pemerintah melalui diskusi publik bertajuk “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Energi Anak Muda Indonesia” di Upnormal Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Diskusi tersebut membahas efektivitas program strategis nasional, arah pembangunan, serta pentingnya pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Umum Pemuda Patriot, Andi Kurniawan, S.H., M.H., mengatakan partisipasi pemuda diperlukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Andi, sejumlah agenda, seperti kemandirian pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi, menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan hingga tingkat akar rumput.
“Dua tahun merupakan waktu yang krusial untuk mengevaluasi fondasi pembangunan yang telah diletakkan. Kami di Pemuda Patriot melihat ada momentum besar yang telah dimulai, mulai dari kemandirian pangan, ketahanan energi, hingga dorongan keberlanjutan hilirisasi. Namun, suara kritis pemuda tetap dibutuhkan agar program prioritas betul-betul berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di tingkat akar rumput,” ujar Andi.
Ia menegaskan, Pemuda Patriot ingin mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah dengan menyampaikan masukan konstruktif sekaligus mengawal pelaksanaan kebijakan publik.
Sementara itu, Direktur Adidaya Institute, Rahman Toha, menyebut tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai sekitar 60 persen berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya.
“Kepuasan ini relatif tinggi dan harus kita akui kebijakan Presiden Prabowo seperti MBG telah melibatkan banyak unsur masyarakat untuk berkolaborasi serta keberanian Presiden melawan oligarki harus kita dukung,” kata Rahman.
Meski demikian, angka survei tersebut perlu dilengkapi informasi mengenai waktu pelaksanaan, jumlah responden, metode penelitian, dan margin of error agar dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tingkat kepuasan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri puluhan tokoh pemuda, akademisi, aktivis mahasiswa, serta perwakilan masyarakat sipil. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan pandangan mengenai capaian, tantangan, dan pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Pemuda Patriot dan Digdaya Indonesia menyatakan akan terus mendorong dialog publik serta keterlibatan generasi muda dalam mengawal pembangunan nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas pemerintahan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.



