Korannusantara.id – Padangsidimpuan, Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana, Fakultas Kesehatan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan, melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kepala Desa Huta Ginjang dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dosen, serta mahasiswa peserta PBL.
Kegiatan MMD ini menjadi wadah koordinasi dan diskusi antara mahasiswa dengan pemangku kepentingan setempat dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat serta merumuskan langkah-langkah penyelesaian berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan hasil pembelajaran akademik dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus membangun kerja sama dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Camat Kecamatan Angkola Timur, perwakilan Puskesmas Pargarutan dan Puskesmas Huraba, Kepala Desa Huraba, Kepala Desa Huta Ginjang, Kepala Desa Sijungkang, Kepala Desa Pargarutan Dolok, kepala dusun dari wilayah terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari masing-masing desa, bidan desa, dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana, serta mahasiswa peserta PBL. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan dan komitmen bersama dalam mengidentifikasi serta menangani permasalahan kesehatan di tingkat desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan oleh masing-masing kelompok mahasiswa di desa penempatan. Data tersebut menjadi dasar untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ditemukan, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan masyarakat di setiap wilayah.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penetapan prioritas masalah berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah dipaparkan. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dan pandangan dari perwakilan kecamatan, pihak puskesmas, kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Dengan melibatkan berbagai unsur tersebut, penentuan prioritas masalah diharapkan dapat mencerminkan kebutuhan masyarakat dan menghasilkan kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa memaparkan rangkaian rencana kegiatan intervensi yang akan dilaksanakan di masing-masing desa berdasarkan prioritas masalah yang telah ditetapkan. Rencana intervensi tersebut dibahas bersama untuk memperoleh saran, masukan, dan dukungan dari para pemangku kepentingan agar kegiatan yang dirancang sesuai dengan kondisi masyarakat, dapat diterapkan secara efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
Melalui pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa ini, mahasiswa PBL Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam menganalisis masalah kesehatan, menyusun prioritas permasalahan, merencanakan intervensi, serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang mampu berperan aktif dalam upaya promotif dan preventif.
Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan terus mendorong pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan sebagai upaya mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan PBL dan MMD, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah setempat, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
(Ronald Harahap)




