Korannusantara.id – MERAUKE, PAPUA SELATAN, Upaya memperkuat produksi pangan di kawasan timur Indonesia terus dilakukan melalui pengembangan budidaya padi dan pemanfaatan varietas unggul. Tim Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar penanaman padi varietas unggul IPB 9G dan IPB 15S di Kawasan Transmigrasi Salor, Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIT tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian benih, mengoptimalkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat posisi Papua Selatan sebagai salah satu kawasan pendukung lumbung pangan nasional.
Penanaman dilakukan pada lahan sekitar 4 hektare. Varietas IPB 9G dan IPB 15S diperkenalkan sebagai bagian dari inovasi budidaya yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang penguatan kemandirian benih bagi petani setempat.
Tidak sekadar melakukan penanaman, Tim Ekspedisi Patriot IPB juga memberikan pendampingan kepada petani melalui pendekatan budidaya terpadu. Pendampingan mencakup pengawalan proses budidaya sejak penanaman hingga panen, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani, khususnya dalam memahami teknik budidaya modern serta pengelolaan benih secara mandiri.
Kegiatan penanaman turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, lembaga teknis pertanian, penyuluh hingga kelompok tani.
Dari unsur kewilayahan hadir Kepala Distrik Kurik, Kepala Kampung Harapan Makmur, serta perwakilan Polres Merauke dan Polsek Kurik. Unsur TNI diwakili personel Yonif TP 801.
Sementara dari sektor teknis pertanian hadir perwakilan Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Utama (BBU), Balai Penyuluh Pertanian (BPP), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kampung Harapan Makmur dan Candra Jaya.
Kelompok masyarakat tani juga turut terlibat, di antaranya Gapoktan Harapan Makmur, Gapoktan Candra Jaya, serta para petani setempat.
Kepala Distrik Kurik, Mariana Belekubun, dalam sambutannya berharap seluruh proses penanaman hingga panen dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi masyarakat.
“Semoga seluruh proses berjalan lancar dan hasil yang berlimpah,” ujarnya.
Tim Ekspedisi Patriot IPB menegaskan, kehadiran varietas IPB 9G dan IPB 15S bukan hanya sebatas kegiatan penanaman benih unggul, tetapi juga bagian dari pendampingan menyeluruh kepada petani.
“Kami ingin petani mendapatkan transfer pengetahuan, mulai dari pengelolaan budidaya hingga pemanfaatan mekanisasi agar produktivitas padi dapat meningkat,” kata Tim Ekspedisi Patriot IPB.
Hal senada disampaikan Rizal Fiqih, S.Pt., dari Balai Penyuluh Pertanian. Menurutnya, pengenalan varietas unggul dengan potensi hasil di atas 6 ton GKP per hektare menjadi peluang bagi petani di Distrik Kurik untuk mengembangkan teknik budidaya yang lebih modern.
“Dengan pendampingan langsung dari Tim Ekspedisi Patriot IPB dan sinergi bersama para penyuluh di lapangan, kami optimistis para petani mampu mengadopsi teknik budidaya modern untuk mewujudkan kemandirian benih dan pangan lokal,” ujarnya.
Dimulainya penanaman IPB 9G dan IPB 15S menambah langkah pengembangan pertanian padi di Kawasan Transmigrasi Salor, Distrik Kurik.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah distrik, lembaga perbenihan, penyuluh, aparat kewilayahan dan masyarakat tani diharapkan dapat terus diperkuat.
Melalui pendampingan teknologi, penguatan kapasitas petani, penggunaan varietas unggul dan mekanisasi pertanian, kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu sentra pengembangan produksi padi di Merauke.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Papua Selatan serta mendukung pengembangan lumbung pangan nasional dari kawasan timur Indonesia.



