KORAN NUSANTARA | MERAUKE — Upaya memperkuat kemampuan petani dalam menghasilkan benih padi berkualitas terus dilakukan di Papua Selatan.
Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 menggelar sekolah lapang yang secara khusus membekali petani dengan pengetahuan dan praktik penangkaran benih varietas IPB 9G dan IPB 15S di Kabupaten Merauke.
Kegiatan selama dua hari, 2–3 Oktober 2026, tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi petani untuk memahami tahapan penangkaran mulai dari pengelolaan tanaman hingga proses yang berkaitan dengan sertifikasi benih.
Peserta mendapatkan materi di Balai Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring, sebelum mengikuti pembelajaran langsung di areal demplot mitra.
Sejumlah tenaga ahli dan pemangku kepentingan pertanian turut terlibat dalam kegiatan itu. PBT Berprestasi Nasional 2025 Abbas Alibasyah, S.P. dari BPSB Jawa Barat dan PBT Papua Selatan Daniel Moya, S.P. menjadi narasumber.
Turut hadir unsur Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, Balai Benih Utama, PPL, serta akademisi Fakultas Pertanian Universitas Musamus.
Daniel Moya memaparkan gambaran sistem perbenihan di Papua Selatan kepada peserta. Ia menjelaskan bahwa pengembangan penangkaran di daerah tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, termasuk aspek kelembagaan yang berkaitan dengan sertifikasi benih.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah belum terbentuknya BPSB di Papua Selatan. Kondisi itu berdampak pada proses sertifikasi bagi petani yang mulai mengembangkan kegiatan penangkaran benih.
Penguatan kelembagaan perbenihan pun dipandang penting agar produksi benih lokal dapat berkembang dengan dukungan sistem pengawasan dan sertifikasi yang memadai.
Pada sesi berikutnya, Abbas Alibasyah membahas prosedur sertifikasi benih tanaman pangan sekaligus memberikan pengenalan terhadap varietas IPB 9G dan IPB 15S.
Peserta diberikan pemahaman bahwa benih bermutu tidak hanya ditentukan dari hasil panen, tetapi juga dari kemurnian varietas dan proses produksi yang memenuhi ketentuan.
Abbas turut mengajak petani melihat profesi penangkar sebagai peluang untuk meningkatkan peran mereka dalam rantai produksi pertanian. Penangkar lokal dapat menjadi pemasok benih bermutu bagi lingkungan sekitar apabila mampu menerapkan teknik produksi dan pengawasan tanaman secara konsisten.
Selain aspek perbenihan, peserta juga memperoleh materi mengenai teknik budidaya padi. Salah satu pembahasan berkaitan dengan metode pindah tanam yang dapat mendukung produktivitas apabila diterapkan dengan pengelolaan tanaman yang tepat.
Pembelajaran kemudian berpindah dari ruang kelas ke lahan. Peserta bersama Tim 2 Ekspedisi Patriot melakukan pengamatan langsung terhadap tanaman di demplot dan mempraktikkan teknik roguing.
Dalam praktik tersebut, peserta dilatih mengenali tanaman yang tidak memiliki karakter sesuai dengan varietas yang sedang diperbanyak.
Tanaman yang dianggap menyimpang perlu diidentifikasi dan dikeluarkan dari pertanaman agar kemurnian varietas tetap terjaga.
Bagi peserta, praktik lapangan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran secara teoritis.
Mereka dapat mengamati karakter tanaman secara langsung sekaligus memahami alasan roguing menjadi salah satu tahapan penting dalam kegiatan penangkaran.
Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 menilai peningkatan kemampuan petani merupakan bagian penting dalam membangun ketersediaan benih di tingkat lokal.
Semakin banyak petani yang mampu menjadi penangkar, semakin terbuka peluang Papua Selatan memenuhi kebutuhan benih padi dari produksi daerah sendiri.
Pengembangan penangkaran lokal juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Ketersediaan benih bermutu yang lebih dekat dengan petani dapat menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran musim tanam dan peningkatan produktivitas.
Sekolah lapang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi awal terbentuknya lebih banyak penangkar benih padi di Papua Selatan. Sinergi antara petani, penyuluh, akademisi, tenaga pengawas benih, dan pemerintah daerah dinilai diperlukan untuk membangun sistem perbenihan yang berkelanjutan.
Melalui pendampingan dan praktik secara langsung, Ekspedisi Patriot IPB University 2026 mendorong petani Merauke untuk semakin percaya diri mengembangkan penangkaran benih. Upaya tersebut diharapkan ikut memperkuat fondasi kemandirian benih sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan di Papua Selatan.



