Korannusantara.id – Padangsidimpuan, Universitas Aufa Royhan melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2026/2027 bagi mahasiswa Program Studi Desain Fashion di sejumlah satuan pendidikan menengah kejuruan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, dan SMK Negeri 4 Padangsidimpuan, SMK Negeri 1 Sipirok, SMK Negeri 2 Kotanopan, serta SMK Negeri 1 Batang Angkola. Pelaksanaan PPL menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam lingkungan sekolah sekaligus mengimplementasikan kompetensi akademik yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan.
Kegiatan PPL dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kompetensi profesional sesuai bidang keilmuan Desain Fashion, tetapi juga dibekali pengalaman dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan secara sistematis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di satuan pendidikan.
Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan PPL adalah penerapan kemampuan microteaching yang telah dipelajari mahasiswa selama proses perkuliahan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan mengajar secara langsung, mulai dari membuka pembelajaran, menyampaikan materi, menggunakan metode dan media pembelajaran, melakukan interaksi dengan peserta didik, hingga melaksanakan evaluasi pembelajaran.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pedagogik, komunikasi, pengelolaan kelas, serta kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional. Selain praktik mengajar, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan administrasi pendidikan dan penyusunan perangkat pembelajaran.
Mahasiswa mempelajari berbagai aspek administratif yang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran, termasuk penyusunan perencanaan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, instrumen evaluasi, serta berbagai dokumen pendukung kegiatan akademik di sekolah.
Keterlibatan tersebut memberikan pemahaman bahwa kompetensi seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga oleh kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mendokumentasikan proses pembelajaran secara terstruktur.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Program Studi Desain Fashion juga diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas pendukung pendidikan di sekolah. Keterlibatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berorganisasi, serta memahami potensi dan karakter peserta didik di luar kegiatan pembelajaran formal.
Melalui interaksi yang lebih luas dengan warga sekolah, mahasiswa diharapkan mampu membangun sikap profesional, adaptif, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan. Pelaksanaan PPL di berbagai sekolah tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Universitas Aufa Royhan dengan satuan pendidikan mitra dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan vokasi.
Lingkungan sekolah memberikan ruang pembelajaran yang autentik bagi mahasiswa, sementara kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif melalui gagasan, kreativitas, serta penerapan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan bidang Desain Fashion. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembelajaran di tingkat sekolah menengah kejuruan.
Melalui pelaksanaan PPL Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Aufa Royhan berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi mahasiswa secara holistik melalui pengalaman pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk lulusan Program Studi Desain Fashion yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan dan keterampilan vokasional, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogik, administrasi pendidikan, komunikasi, kreativitas, serta karakter profesional. Dengan demikian, pengalaman PPL menjadi bagian strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di masyarakat.
(Ronald Harahap)




