Korannusantara.id- JOMBANG, Mudir A’la Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum., menegaskan pentingnya kekuatan ruhaniyah sebagai pondasi utama untuk menjaga kesejukan dan keharmonisan Nahdlatul Ulama.
Hal tersebut disampaikannya dalam pengarahan acara Majelis Istighosah dan Manaqib Kubro yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dalam sambutannya di hadapan para pengurus Idarah JATMAN, masyaikh, mursyid, serta jamaah thariqah dari seluruh Indonesia, Kiai Ali Masykur Musa menyampaikan bahwa pendekatan ruhani mampu menyatukan berbagai perbedaan demi kemaslahatan organisasi dan bangsa.
”Hanya dengan ruhani itulah yang bisa mempertemukan yang berbeda menjadi satu. Satu untuk Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Ulama untuk Indonesia, dan Indonesia untuk perdamaian dunia,” ujar KH. Ali Masykur Musa.
Peran JATMAN dan Empat Amanah Utama
Kiai Ali Masykur Musa menggarisbawahi sejarah JATMAN yang berdiri sejak 1957 dan disahkan sebagai badan otonom (Banom) NU pada Muktamar Semarang tahun 1979. Menurutnya, kebangkitan JATMAN merupakan bentuk bangkitnya ruh Nahdlatul Ulama melalui amalan dzikrullah.
Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan empat amanah penting yang wajib dijalankan oleh seluruh pengurus dan warga Nahdliyin:
Amanah Diniyyah (Keagamaan): Menjaga dan melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagaimana yang diperjuangkan oleh para pendiri NU melalui Komite Hijaz.
Amanah Wathaniyyah (Kebangsaan): Menegaskan komitmen NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai bentuk final perjuangan umat Islam di Indonesia.
Amanah Ummah (Keumatan): Senantiasa mendampingi dan melayani kebutuhan keagamaan masyarakat agar tradisi serta amalan keislaman di tingkat basis tetap terjaga.
Amanah Thariqiyyah (Kethariqahan): Merawat silaturahim dan kebersamaan antar sesama pengamal thariqah yang memiliki sanad muttashil (bersambung) hingga Rasulullah SAW.
Doa Bersama untuk Muktamar
Melalui majelis istighosah, khotmil Qur’an, dan pembacaan manaqib ini, JATMAN mengajak seluruh elemen jamaah untuk terus mengetuk pintu langit.
Rangkaian doa ini ditujukan agar pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan sukses, melahirkan keputusan terbaik, serta berlangsung dalam suasana adem, ayem, rukun, dan guyub.
Acara diakhiri dengan lantunan sholawat dan qasidah bersama seluruh kiai, ibu nyai, dan jamaah yang hadir, memohon ridho Allah SWT demi kejayaan Nahdlatul Ulama serta kedamaian Bangsa Indonesia.



