Jakarta – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat akan menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026).
Forum tersebut menjadi agenda penting untuk membahas pengunduran diri Tundra Meliala sekaligus menentukan proses pemilihan dan penetapan Ketua Umum AMKI Pusat yang baru.
Selain kepemimpinan, anggota akan membahas penataan kepengurusan, penyelesaian administrasi, penguatan keuangan, serta tata kelola organisasi.
Ketua Panitia RALB AMKI Pusat 2026 Simon Leo Siahaan mengatakan, panitia membuka akses rapat secara langsung maupun daring.
Mekanisme tersebut memungkinkan anggota mengikuti pembahasan dan menyampaikan pandangan tanpa terkendala lokasi.
“RALB AMKI ini menjadi forum untuk membahas sejumlah agenda penting organisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Simon dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Menurut Simon, Tundra Meliala sebelumnya menyampaikan pengunduran diri dalam rapat Dewan Pengawas AMKI.
Karena itu, forum akan membahas status kekosongan jabatan Ketua Umum sebelum menentukan mekanisme pengisian posisi tersebut.
“RALB juga akan membahas proses pemilihan dan penetapan Ketua Umum AMKI yang baru sesuai mekanisme organisasi,” kata Simon.
Simon menegaskan, panitia tidak menetapkan figur tertentu karena keputusan mengenai kepemimpinan baru berada dalam kewenangan forum anggota.
Kepemimpinan Baru Tunggu Keputusan RALB
RALB akan menjadi ruang bagi anggota untuk membahas proses transisi kepemimpinan secara terbuka sesuai aturan organisasi.
Forum juga akan menentukan langkah setelah pengunduran diri Ketua Umum dan memastikan roda organisasi tetap berjalan selama masa transisi.
Menurut Simon, seluruh proses pemilihan harus mengikuti mekanisme organisasi agar keputusan memiliki legitimasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, anggota akan membahas penataan struktur kepengurusan setelah perubahan pada posisi Ketua Umum.
Panitia juga menyiapkan agenda pemberian mandat untuk menyelesaikan administrasi organisasi yang membutuhkan keputusan forum.
“Seluruh agenda tersebut akan diputuskan melalui RALB. Karena itu, keputusan mengenai kepemimpinan dan kepengurusan masih menunggu hasil resmi forum,” ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut, setiap keputusan organisasi akan mengacu pada hasil pembahasan anggota, bukan keputusan sepihak.
Penguatan Keuangan dan Tata Kelola
Di luar persoalan kepemimpinan, RALB akan membahas penguatan keuangan dan tata kelola organisasi.
Simon menilai kedua aspek tersebut penting untuk memastikan AMKI Pusat memiliki fondasi organisasi yang sehat dan mampu menjalankan program secara berkelanjutan.
Pembahasan keuangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan organisasi.
Sementara itu, penataan tata kelola diperlukan agar pembagian tugas dan kewenangan dalam kepengurusan berjalan lebih efektif.
Karena itu, Simon mengajak seluruh anggota mengikuti forum dan menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangan secara konstruktif.
Ia berharap anggota mengutamakan kepentingan organisasi selama proses pembahasan berlangsung.
“Kami berharap pelaksanaan RALB berlangsung tertib dan mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menjaga keberlanjutan organisasi,” ungkap Simon.
Menurutnya, musyawarah menjadi cara penting untuk menyatukan pandangan anggota dalam menentukan arah organisasi.
Hasil RALB Jadi Dasar Kepengurusan Berikutnya
Panitia menjadwalkan rangkaian RALB berakhir dengan pengesahan berita acara dan keputusan rapat sebelum forum ditutup.
“Rangkaian RALB dijadwalkan diakhiri dengan pengesahan berita acara dan keputusan rapat sebelum penutupan,” kata Simon.
Berita acara tersebut akan menjadi dokumen resmi yang mencatat keputusan anggota mengenai agenda yang dibahas dalam forum.
Selanjutnya, keputusan RALB akan menjadi dasar bagi AMKI Pusat dalam menjalankan proses transisi dan penataan organisasi.
Forum juga diharapkan memberikan kepastian mengenai kepemimpinan, struktur kepengurusan, administrasi, keuangan, serta tata kelola organisasi.
Simon berharap proses penataan kepengurusan berlangsung tertib dan tetap mengacu pada ketentuan organisasi yang berlaku.
“Penataan kepengurusan diharapkan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku,” harapnya.
Dengan demikian, RALB tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat tata kelola AMKI Pusat.
Seluruh keputusan mengenai Ketua Umum baru dan struktur kepengurusan tetap menunggu hasil resmi RALB pada Rabu (19/8/2026).
Forum di Kelapa Gading tersebut selanjutnya akan menentukan langkah AMKI Pusat dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan memperkuat konsolidasi internal.



