Korannusantara.id, Jakarta – Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung menilai, Penganugerahan Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah kepada Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo langkah objektif dan tepat dalam membangun sinergitas Kamtibmas Polri dengan ormas keagamaan untuk memperkuat keutuhan NKRI.
Menurutnya, Penganugerahan sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah kepada Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan pengakuan objektif dan profesional atas komitmen, kerja nyata, dedikasi tinggi, dan kepemimpinan visioner dan transformatifnya dalam menjaga pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta memperkuat persaudaraan kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan.
Karena itu, Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu menambahkan, Capaian tersebut merupakan sebuah prestasi bagi Polri. Ini adalah wujud sinergi strategis antara Polri dan ormas keagamaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur persatuan dan Pancasila demi terwujudnya NKRI yang aman, damai, dan bersatu.
“Oleh sebab itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Korps Bhayangkara atas kerja nyata dan dedikasinya digancar penghargaan oleh Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai Anggota Kehormatan. Menurutnya, Penganugerahan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi substantif dalam membangun ekosistem kebangsaan yang harmonis, produktif, dan berkeadikan. Institusi kepolisian dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban sejati lahir dari kolaborasi, bukan dominasi, sekaligus pengakuan atas komitmen, dedikasi, dan kontribusi dalam membangun sinergi positif antara institusi Polri dengan organisasi kemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, pembinaan generasi muda, serta terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (9/8/2026).
Selain itu, Nasky yang merupakan penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” menyebut, Penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan atas komitmen, dedikasi, serta kontribusi dalam membangun sinergitas antara Polri dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis.
Menurutnya, Secara akademis dan strategis, sinergitas antara institusi negara dan kekuatan masyarakat sipil merupakan modal sosial penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mewujudkan keamanan serta ketertiban masyarakat yang berkelanjutan. Momentum ini menjadi energi positif untuk terus memperkokoh kolaborasi Polri, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam perspektif kebijakan publik, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan salah satu prasyarat fundamental bagi terciptanya stabilitas sosial, kepastian aktivitas ekonomi, serta keberlangsungan pembangunan nasional.
“Dengan melalui pendekatan humanis dan kolaboratif dapat membangun kepercayaan (trust) publik antara institusi negara dengan ormas keagamaan sebagai pilar stabilitas sosial kebangsaan. Kehadiran aparat negara yang profesional, humanis, proporsional, dan responsif menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya secara aman dan tertib,” ujarnya.
Lebih jauh lagi, Nasky Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menegaskan, Sinergi Polri, ormas keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat lainnya merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat keutuhan NKRI.
“Ketika Polri bersinergi dengan ormas keagamaan, maka lahirlah kekuatan moral dan sosial yang akan menjadi fondasi kokoh bagi keutuhan NKRI. Dengan semangat mengaungkan kolaborasi Polri dengan ormas keagamaan dinilai memperkuat ketahanan NKRI dari berbagai ancaman disintegrasi,” tegasnya.
Pada saat yang sama, menjaga kamtibmas bukan sekadar persoalan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara. Melalui pendekatan humanis yang mengedepankan komunikasi, pencegahan, pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap hak konstitusional masyarakat merupakan fondasi penting bagi terciptanya keamanan yang berkelanjutan.
“Karena itu, Polri yang profesional, humanis, tegas, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat merupakan bagian penting dalam mengawal agenda pembangunan dan mendukung keberhasilan Asta Cita Presiden,” pungkasnya.



