Korannusantara.id – MEDAN, Sekretariat Jenderal Marga Harahap Sejagat Raya (MAHAJAYA) memberikan apresiasi tinggi kepada komposer muda Amin Wahyudi Harahap atas dedikasinya mengangkat kembali lagu-lagu legendaris Tabagsel melalui karya remake dan aransemen baru.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal MAHAJAYA, Sukri Efendi Harahap, SE, dalam pernyataannya di Medan, Rabu (29/7/2026).
Menurut Sukri, karya kreatif Amin Wahyudi Harahap menjadi bukti bahwa kekayaan budaya daerah, khususnya musik Tabagsel, mampu berkembang dan diterima lebih luas dengan sentuhan inovasi generasi muda.
“Ini bukti bahwa budaya Tabagsel bisa go nasional dengan sentuhan kreatif anak muda,” ujar Sukri Efendi Harahap.
MAHAJAYA menilai langkah Amin dalam mengemas ulang lagu-lagu tradisional Tabagsel menjadi bentuk nyata pelestarian budaya melalui jalur musik modern.
Beberapa lagu legendaris Tabagsel yang mendapatkan sentuhan baru melalui karya remake dan rearrangement tersebut di antaranya Pancur Paridian, Balun Balun Bide, Borat do Na mar Panti on / Manjalaki Boru, Tubu Ni Marga, serta sejumlah lagu daerah lainnya.
Dengan aransemen yang lebih modern, lagu-lagu tersebut dinilai mampu menjangkau pendengar dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang saat ini semakin dekat dengan perkembangan industri musik digital.
MAHAJAYA menyampaikan bahwa musik Tabagsel memiliki kekayaan budaya yang besar dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Organisasi tersebut berharap karya-karya seperti yang dilakukan Amin Wahyudi Harahap dapat membuat musik Tabagsel memiliki tempat yang sejajar dengan berbagai musik daerah lain yang telah dikenal secara nasional.
Sukri mengatakan, lagu daerah dari berbagai wilayah Indonesia telah membuktikan bahwa budaya lokal dapat diterima secara luas ketika dikemas dengan kreativitas.
Menurutnya, musik dari berbagai daerah seperti lagu Timur, Minang, Batak Toba, Batak Karo, hingga Jawa telah memiliki penggemar luas karena mampu mengikuti perkembangan zaman.
Karena itu, MAHAJAYA berharap musik Tabagsel juga dapat semakin dikenal masyarakat Indonesia hingga tingkat internasional.
MAHAJAYA menilai karya remake lagu Tabagsel tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya masyarakat Tapanuli Bagian Selatan.
Wilayah Tabagsel sendiri mencakup Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, serta Kota Padangsidimpuan.
Melalui musik, nilai budaya, sejarah, dan karakter masyarakat Tabagsel diharapkan dapat semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luar daerah.
“Melalui karya ini, kami yakin identitas dan kekayaan budaya Tabagsel akan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat Nasional tetapi juga hingga ke Mancanegara,” kata MAHAJAYA dalam keterangannya.
Selain memberikan penghargaan kepada Amin Wahyudi Harahap, MAHAJAYA juga mengajak anak muda Tabagsel agar berani menciptakan karya baru.
Menurut MAHAJAYA, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga melalui inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
MAHAJAYA berharap semakin banyak generasi muda yang melakukan kreativitas melalui remake, rearrangement, maupun menciptakan lagu-lagu baru dengan ciri khas budaya Tabagsel.
“Teruslah berkarya. Anda telah membuktikan bahwa mencintai budaya tidak harus berhenti di masa lalu, tapi juga harus berani membawa budaya itu berjalan ke masa depan,” ujar Sukri.
MAHAJAYA menegaskan akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya Tabagsel agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
(Ronald Harahap)



