• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

BEM Bersatu Kecam Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Tolak Gerakan Mahasiswa ditunggangi Dugaan Eks Jenderal Hingga Dukung MBG

Redaksi by Redaksi
16 Juni 2026
in Nasional
0
BEM Bersatu Kecam Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Tolak Gerakan Mahasiswa ditunggangi Dugaan Eks Jenderal Hingga Dukung MBG

Ket : BEM Bersatu Konferensi Pers yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu menyatakan penolakan terhadap segala bentuk dugaan penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Sikap tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).

Perwakilan BEM Bersatu, Rahmat Djimbula yang juga menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun (UIC), menyoroti sejumlah hal yang menurut mereka perlu menjadi perhatian publik terkait salah satu penggerak aksi mahasiswa, Tiyo Ardianto.

Rahmat menyebut kendaraan Toyota Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni yang memiliki keterkaitan keluarga dengan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu indikator yang memunculkan dugaan adanya kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

“Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat dengan kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi,” ujar Rahmat.

Selain itu, Rahmat juga menyinggung agenda dialog yang dijadwalkan akan dihadiri Tiyo bersama sejumlah tokoh nasional, seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Menurutnya, rangkaian keterlibatan tersebut menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati oleh publik.

“Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir. Ini menunjukkan adanya jejaring yang menurut kami perlu menjadi perhatian,” katanya.

BEM Bersatu menilai narasi mengenai krisis nasional harus disampaikan secara objektif dan berbasis data yang utuh agar tidak menimbulkan persepsi yang menyesatkan di tengah masyarakat. Mereka menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap independen dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Kami menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” tegas Rahmat.

Dalam kesempatan tersebut, BEM Bersatu juga menyampaikan tiga poin sikap, yakni:

1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan catatan perbaikan tata kelola agar lebih tepat sasaran dan akuntabel.

3. Mendukung pengusutan tuntas tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu serta mengajak mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Adapun sejumlah perwakilan mahasiswa yang hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA), Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ), Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS), Ardiansyah (Ketua BEM Institut Al-Aqidah), Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ), Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM), Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC), Dicky (BEM FIPS Unindra), Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI), serta Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI).

Views: 376
Tags: BEM BersatuBEM FakultasJenderal Andika PerkasaKecam Tiyo ArdiantoLetjen TNI (Purn) Setyo Sularso
Previous Post

Prof. Didik Disiplin Fiskal yang Terjaga dan Meredanya Tekanan Global Menjadi Sinyal Positif bagi Perekonomian Indonesia

Next Post

Piala Dunia 2026: Akhir Mitos Keunggulan Individu, Era Kolektivitas Dimulai

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Piala Dunia 2026: Akhir Mitos Keunggulan Individu, Era Kolektivitas Dimulai

Piala Dunia 2026: Akhir Mitos Keunggulan Individu, Era Kolektivitas Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.