• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

JMI Soroti Akuntabilitas BGN, FGD Bahas Tanggung Jawab Hukum dan Moral Program MBG

Redaksi by Redaksi
5 Juni 2026
in Nasional
0
JMI Soroti Akuntabilitas BGN, FGD Bahas Tanggung Jawab Hukum dan Moral Program MBG

Ket : JMI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kalau Program Mangkrak, Siapa Kena?” pada Kamis (4/6/2026)

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – KOTA BEKASI, Jaringan Muda Indonesia (JMI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kalau Program Mangkrak, Siapa Kena?” pada Kamis (4/6/2026) di Coffee Uda, Kota Bekasi. Forum yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut mengangkat tema penting mengenai pertanggungjawaban hukum dan moral dalam tata kelola program di Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Indonesia Corruption Watch (ICW) serta Ketua Umum Pengurus Pusat JMI, Fikri. Diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan kalangan pemuda, aktivis, pengamat, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan program-program strategis pemerintah.

 

FGD tersebut menyoroti peran penting BGN sebagai lembaga yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang memiliki cakupan luas dan dukungan anggaran negara yang besar.

 

Melalui forum ini, JMI mendorong penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

 

Ketua Umum PP JMI, Fikri, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan publik terhadap pelaksanaan program negara yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

 

“Pertanyaan besar kami sederhana namun tajam: jika program negara yang begitu vital dan besar anggarannya ini mandek, gagal, atau tidak bermanfaat, siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah sekadar pergantian pejabat, atau ada konsekuensi hukum dan moral yang harus dipertanggungjawabkan?” tegas Fikri.

 

Menurutnya, setiap lembaga negara yang mengelola anggaran publik harus menjunjung tinggi prinsip integritas dan keterbukaan dalam menjalankan tugasnya.

 

“Kami tidak ingin program yang ditujukan untuk kesejahteraan gizi anak bangsa justru menjadi ladang penyimpangan atau pemborosan uang rakyat. JMI berpegang teguh pada prinsip: BGN Bersih, MBG Tanpa Korupsi, dan kami berkomitmen mengawal amanah presiden sampai ke akar-akarnya,” tambah Fikri.

 

Dalam kesempatan yang sama, Eva selaku perwakilan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) memaparkan sejumlah pandangan terkait potensi risiko penyimpangan dalam pengelolaan program berskala besar. ICW menilai keterlibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi faktor penting untuk mencegah kebocoran anggaran serta memastikan program berjalan sesuai tujuan.

 

Selama diskusi berlangsung, para peserta menekankan bahwa pertanggungjawaban atas pelaksanaan program publik tidak hanya berhenti pada aspek administratif. Terdapat pula tanggung jawab hukum dan moral yang harus diemban oleh setiap pihak yang diberi kewenangan mengelola kebijakan maupun anggaran negara.

 

Menutup kegiatan tersebut, Fikri kembali menegaskan komitmen JMI untuk terus mengawal pelaksanaan program-program pemerintah demi memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.

 

“Kami akan terus memantau, mengawasi, dan mengingatkan. Amanah rakyat harus dijaga, program negara harus berjalan benar, dan siapa pun yang lalai pasti akan dimintai pertanggungjawaban,” pungkasnya.

 

Melalui FGD ini, JMI berharap kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan kebijakan negara semakin meningkat.

 

Selain itu, forum ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendorong perbaikan tata kelola di lingkungan BGN sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas gizi serta masa depan generasi Indonesia.

108
Tags: FGD MBGJMIProgram MBGSoroti Akuntabilitas BGN
Previous Post

BNN Tinjau Kesiapan Yayasan Rehabilitasi Putra Riski di Sosopan, Harapan Baru Pemulihan Korban Narkoba di Labusel

Next Post

AMPS Berkah Desak Dinas ESDM dan Gubsu Perkuat Pengawasan PETI di Madina

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
AMPS Berkah Desak Dinas ESDM dan Gubsu Perkuat Pengawasan PETI di Madina

AMPS Berkah Desak Dinas ESDM dan Gubsu Perkuat Pengawasan PETI di Madina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.