• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Raenald Arzan Sitompul di Solo: Pemuda Harus Kritis terhadap Informasi di Ruang Digital

Redaksi by Redaksi
31 Mei 2026
in Daerah
0
Raenald Arzan Sitompul di Solo: Pemuda Harus Kritis terhadap Informasi di Ruang Digital

Ket : Raenald Arzan Sitompul Wakil Sekretaris Bidang PB HMI

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Solo, Ketua Umum Inklusi Pemuda sekaligus Wakil Sekretaris Bidang (Wasekbid) PB HMI, Raenald Arzan Sitompul, menyerukan pentingnya kebangkitan intelektual pemuda di tengah derasnya arus informasi digital. Seruan tersebut disampaikan di hadapan ratusan peserta Seminar Nasional Sekolah Pemimpin 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta.

 

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNISRI ini menghadirkan Raenald sebagai narasumber bersama Azalea Putri Utami. Dalam kesempatan tersebut, Raenald menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, terutama terkait maraknya hoaks, disinformasi, dan rendahnya kualitas diskursus publik.

 

Menurutnya, kebangkitan intelektual pemuda harus dimulai dari keberanian untuk berpikir kritis, memperdalam pengetahuan, serta memiliki kesadaran dalam memilih isu-isu yang benar-benar penting bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pemuda tidak boleh terjebak dalam perdebatan dangkal yang hanya mengikuti tren media sosial tanpa memahami substansi persoalan yang dibahas.

 

“Kesadaran intelektual menjadi fondasi utama bagi seorang pemimpin. Pemuda harus mampu memilah informasi, memahami persoalan secara utuh, dan menentukan isu mana yang layak diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Raenald.

 

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukanlah kurangnya akses informasi, melainkan kemampuan untuk menyaring dan mengolah informasi secara kritis. Di tengah banjir informasi yang berlangsung setiap hari, kemampuan berpikir jernih dan berbasis fakta menjadi kebutuhan yang semakin penting.

 

Raenald juga mengajak mahasiswa dan pelajar untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya gerakan. Menurutnya, kemampuan membaca, menganalisis, dan mengkritisi informasi merupakan modal utama dalam membangun kepemimpinan yang berkualitas.

 

Dalam paparannya, Raenald menegaskan bahwa tugas kaum pelajar tidak hanya hadir di ruang publik melalui organisasi, forum diskusi, maupun aktivitas sosial. Lebih dari itu, generasi muda harus mampu mengambil peran di ruang digital yang kini menjadi salah satu arena utama pembentukan opini publik.

 

“Tugas kaum pelajar hari ini bukan hanya tampil di ruang publik secara fisik, tetapi juga harus hadir di ruang digital. Kita harus mengisi ruang tersebut dengan gagasan, edukasi, dan narasi yang mencerahkan, bukan membiarkannya dipenuhi hoaks dan informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

 

Ia menilai bahwa ruang digital telah menjadi medan baru bagi pertarungan gagasan. Karena itu, pemuda dituntut untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

Melalui Seminar Nasional Sekolah Pemimpin 2026, Raenald berharap lahir generasi pemimpin muda yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi dan komunikasi, tetapi juga kapasitas intelektual yang kuat, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap kritis dan bertanggung jawab.

 

Baginya, kebangkitan intelektual pemuda merupakan syarat penting bagi kemajuan bangsa. Di tengah perubahan sosial, politik, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, generasi muda harus menjadi kelompok yang mampu menjaga nalar publik, memperkuat budaya literasi, dan menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif bagi masa depan Indonesia.

94
Tags: BEM UNISRIKorannusantaraRaenald di soloSekolah Pimpinan 2026
Previous Post

Bangga! Putra Asal Padang Bolak Resmi Perkuat Timnas Indonesia

Next Post

Masyarakat Desa Tabuyung Tolak Pertemuan Tingkat Dinas, Desak Bupati Madina Turun Tangan

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Masyarakat Desa Tabuyung Tolak Pertemuan Tingkat Dinas, Desak Bupati Madina Turun Tangan

Masyarakat Desa Tabuyung Tolak Pertemuan Tingkat Dinas, Desak Bupati Madina Turun Tangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.