Korannusantara.id – Labusel, Suasana hangat penuh gagasan terlihat dalam pertemuan antara Yayasan Rehabilitasi Riski Putra Labusel bersama Ketua MD KAHMI Labusel, Ketua KNPI Labusel dan Sekretaris FKUB Labusel di Warkop Pinang Raja Dua, Jumat malam (29/05/2026).
Dalam diskusi tersebut, Ketua MD KAHMI Labusel menyampaikan bahwa gerakan melawan peredaran narkoba harus dimulai dari membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat melalui langkah-langkah kecil namun konsisten.
“Agenda KAHMI bergerak melawan narkoba merupakan bagian dari upaya merancang bangun kesadaran kolektif masyarakat. Perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris FKUB Labusel, Haji Saiman, menyampaikan pandangannya agar para binaan rehabilitasi tidak hanya dipulihkan, tetapi juga diberdayakan dan dilibatkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, KNPI dapat menjadi wadah strategis bagi para mantan binaan rehabilitasi untuk kembali berbaur serta berkontribusi melalui berbagai program kepemudaan.
Ketua KNPI Labusel, Muhammad Yahya Harahap, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan rehabilitasi dan penyelamatan generasi muda dari bahaya narkoba harus menjadi bagian penting dari gerakan kepemudaan di Labuhanbatu Selatan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rehabilitasi Riski Putra Labusel, Munawir Hippari Siregar, menghimbau seluruh masyarakat Labuhanbatu Selatan agar bersama-sama membantu menyelamatkan para korban penyalahgunaan narkoba dari ketergantungan dan kecanduan, sehingga mereka dapat kembali produktif di tengah masyarakat.
Ia juga berharap stigma dan diskriminasi terhadap pecandu narkoba perlahan dapat dihilangkan, karena para korban penyalahgunaan narkoba juga membutuhkan dukungan sosial untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pertemuan sederhana namun penuh makna itu diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi nyata antara organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan lembaga rehabilitasi dalam menyelamatkan generasi muda Labusel dari ancaman narkoba.



