Korannusantara.id – Jakarta, Lagu berjudul “Pesta Para Babi Pembangunan” yang dibawakan akun YouTube Pari Kesit tengah menjadi perbincangan luas di media sosial. Lagu tersebut viral karena lirik dan narasinya dinilai kuat dalam menyuarakan keresahan masyarakat adat Papua terhadap dampak pembangunan dan investasi berskala besar di wilayah mereka.
Melalui karya musik itu, Pari Kesit menggambarkan Papua bukan sekadar wilayah kosong yang dapat dieksploitasi, melainkan tanah hidup yang memiliki sejarah, budaya, dan keterikatan erat dengan masyarakat adat sejak turun-temurun.
“Tanah Papua bukan tanah kosong. Ia hidup, bernapas, dan dijaga oleh masyarakat adat sejak leluhur mereka ada,” demikian penggalan narasi dalam karya tersebut.
Lagu “Pesta Para Babi Pembangunan” menyoroti berbagai persoalan yang disebut muncul akibat proyek-proyek pembangunan atas nama kepentingan nasional. Mulai dari pembukaan lahan, kerusakan hutan, hingga ancaman hilangnya ruang hidup masyarakat adat di Papua bagian selatan.
Selain itu, lagu tersebut juga menyinggung perubahan sosial yang dirasakan masyarakat lokal. Nilai-nilai adat disebut perlahan tergerus seiring masuknya investasi dan aktivitas pembangunan yang dinilai tidak sepenuhnya melibatkan masyarakat adat sebagai pihak utama yang terdampak.
Karya tersebut disebut terinspirasi dari film dokumenter “Pesta Babi” karya jurnalis dan dokumenteris Dandhy Dwi Laksono. Melalui lagu ini, Pari Kesit ingin menghadirkan refleksi mengenai pentingnya pembangunan yang tetap menghormati hak masyarakat adat serta menjaga kelestarian lingkungan.
Viralnya lagu ini memicu beragam respons dari publik. Sebagian menilai karya tersebut sebagai bentuk kritik sosial dan suara solidaritas bagi masyarakat adat Papua. Namun, ada pula yang menilai isu Papua harus dibahas secara lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, termasuk pembangunan dan stabilitas nasional.
Hingga kini, lagu “Pesta Para Babi Pembangunan” terus dibagikan di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan diskusi publik mengenai pembangunan, lingkungan, serta hak-hak masyarakat adat di Papua.Sumber inspirasi visual dan dokumentasi: Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Watchdoc Documentary.


