Korannusantara.id – Negeri Lama, 11 Mei 2026, Komitmen dalam membangun kemandirian pangan berbasis masyarakat terus diperlihatkan oleh Yayasan Kumle Jaya Bermartabat melalui dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.
Tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, Yayasan Kumle Jaya Bermartabat juga mengambil langkah strategis dengan melibatkan langsung petani lokal sebagai mitra utama dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG. Langkah ini dinilai menjadi bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.
Salah satu kolaborasi yang menjadi perhatian adalah kerja sama dengan petani muda asal Desa Sei Tampang, Bang Sofyan Daulay, yang saat ini aktif membudidayakan melon untuk memenuhi kebutuhan buah segar di dapur MBG SPPG Negeri Lama.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga kualitas bahan pangan lokal, Ka SPPG Negeri Lama, Iroy Al Ridhan R.F., S.H., bersama Aslab Busri Arjuna turun langsung meninjau lokasi budidaya melon milik Bang Sofyan Daulay pada Senin (11/5). Dalam kunjungan tersebut, pihak SPPG memastikan kesiapan hasil panen sekaligus memberikan dukungan moral kepada petani lokal yang menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program MBG.
Program yang digagas bersama Yayasan Kumle Jaya Bermartabat ini mendapat apresiasi karena mampu membuka ruang kemitraan berkelanjutan antara dapur MBG dengan masyarakat sekitar. Hasil pertanian warga tidak lagi hanya bergantung pada pasar umum, tetapi kini memiliki jalur distribusi yang lebih stabil dan berkesinambungan.
Ketua Yayasan Kumle Jaya Bermartabat, Raja Gompulon Rambe, menegaskan bahwa pihak yayasan ingin menjadikan program MBG bukan sekadar kegiatan penyediaan makanan, melainkan juga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
“Yayasan Kumle Jaya Bermartabat ingin memastikan bahwa keberadaan program MBG benar-benar membawa dampak luas bagi masyarakat. Petani dan peternak lokal harus menjadi bagian utama dari program ini agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Korwil Labuhanbatu, Prisila Dinanti, turut mendorong agar seluruh dapur MBG di wilayah Labuhanbatu mengutamakan kerja sama dengan petani dan peternak lokal. Menurutnya, pola pemberdayaan seperti ini mampu menciptakan ekosistem pangan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Di sisi lain, Ka SPPG Negeri Lama, Iroy Al Ridhan R.F., S.H., menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra jangka panjang bagi para petani lokal di Kecamatan Bilah Hilir. Ia menilai sinergi antara yayasan, dapur MBG, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kesejahteraan bersama.
Melalui langkah nyata ini, Yayasan Kumle Jaya Bermartabat semakin menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga yang tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga aktif membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Program kolaboratif tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan sistem pangan masyarakat yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada rakyat kecil.



