Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat, Nasky Putra Tandjung beserta tim melakukan audiensi dengan Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki di ruangan kerjanya Mapolda Banten pada Jum’at (8/5/2026).
Dalam sambutannya, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki menyambut positif atas support, saran, dan kritikan yang sifatnya membangun secara objektif dan kontruktif terhadap kinerja dan dedikasi institusi Polri, terkhsusnya Polda Banten dalam menjalankan tugas secara profesional.
Jenderal Bintang dua itu juga menyampaikan bahwa Polda Banten terbuka terhadap masukan, kritik, maupun kolaborasi dari elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Polda Banten tidak alergi terhadap kritik maupun masukan. Kami justru membuka ruang silaturahmi, dialog, dan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, kepemudaan, dan tokoh masyarakat, demi menjaga situasi stabilitas kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Irjen Hengki.
Menyambut hal tersebut, Nasky Alumunus INDEF School Of Political Economy Jakarta memberikan apresiasi atas kinerja dan dedikasi tinggi jajaran Polda Banten di bawah kepemimpinan Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki yang menunjukkan hasil signifikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Berdasarkan dari data yang di peroleh, Nasky memaparkan, Dalam menjaga situasi kamtibmas di bawah kepemimpinan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Polda Banten berhasil mengungkap sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik.
Mulai dari pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran, pengungkapan kasus besar, hingga pengamanan keberangkatan serta kepulangan buruh pada kegiatan May Day di Jakarta. Diketahui, total massa buruh yang berangkat mencapai 15.090 orang dengan menggunakan 266 bus, 8 unit Elf, dan 1 kendaraan roda empat.
Selain itu, Polda Banten juga menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal. Sepanjang Januari hingga April 2026, tercatat tujuh laporan polisi terkait pertambangan ilegal di kawasan hutan yang telah ditangani.
Selanjutnya, diungkap pula kasus penyuntikan gas elpiji 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. Tindakan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp.626.342.400.
Lebih lanjut, Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum juga mendukung sepenuh berbagai program sosial Polda Banten seperti Polisi Peduli Pendidikan dan Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) yang sangat positif dan membantu masyarakat serta mendorong generasi muda menjauhi narkoba, tawuran, dan kenakalan remaja.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami mendukung sepenuhnya Polda Banten untuk terus meningkatkan kinerja dan dedikasi tinggi nya dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat serta menegakan hukum secara profesional, berkeadilan, dan humanis demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Nasky.
Dukungan publik terhadap kinerja Polda Banten merupakan elemen krusial untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban nasional (Kamtibmas).
“Dukungan elemen masyarakat, baik melalui partisipasi aktif dalam Kamtibmas maupun kepercayaan atas perbaikan internal, menjadi motivasi bagi Polri untuk bekerja lebih keras lagi,” pungkasnya.



