Korannusantara.id – Tapsel, Petani di Desa Sibong-Bong, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengeluhkan tidak berfungsinya bendungan irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah mereka.
Sudah enam bulan terakhir, aliran air dari bendungan tersebut tidak lagi mengaliri lahan pertanian warga.
Seorang warga, Ayub, mengatakan kondisi itu membuat petani kesulitan mempertahankan produksi padi.
Pintu air disebut berkarat dan saluran irigasi tersumbat tanpa adanya perbaikan dari pemerintah daerah.
“Sudah enam bulan air tidak mengalir. Dulu sawah kami subur, sekarang tanah retak dan benih mati sebelum tumbuh,” ujar Ayub, saat ditemui di desa tersebut, Kamis (7/5/2026).
Ia menuturkan, warga telah berulang kali melaporkan kondisi irigasi itu ke pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait. Namun, menurutnya, respons yang diterima hanya sebatas janji penanganan tanpa realisasi di lapangan.
“Jawabannya selalu akan ditindaklanjuti, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan,” katanya.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap hasil pertanian warga. Sejumlah petani mengaku gagal tanam karena lahan tidak lagi mendapatkan pasokan air yang cukup.
Mereka khawatir kondisi ini akan mengancam keberlanjutan sektor pertanian di desa tersebut.
Menurut warga, bendungan Sibong-Bong sebelumnya menjadi penopang utama kehidupan masyarakat desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Namun, kerusakan saluran irigasi membuat aktivitas pertanian terganggu.
“Kalau ini dibiarkan, bukan hanya panen yang hilang, tapi generasi kami juga bisa tidak lagi mengenal sawah,” ujar seorang warga lainnya.
Warga menilai kondisi ini ironis di tengah gencarnya program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
Mereka berharap pemerintah daerah Tapanuli Selatan segera turun tangan memperbaiki infrastruktur irigasi yang rusak.
Masyarakat juga meminta perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan DPRD setempat untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Kami bukan meminta bantuan uang, kami hanya meminta air untuk menghidupi sawah kami,” kata Ayub.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait kondisi irigasi Sibong-Bong tersebut.
(Indra Saputra)



