Korannusantara.id – Langsa, 3 Mei 2026, Dukungan dan perhatian terhadap pencalonan Kolonel Dr. Sadikin Bintang, MA sebagai Presidium KAHMI Sumatera Utara periode 2026–2031 mulai mengemuka.
Salah satunya datang dari Dr. Mawardi Siregar, MA yang menilai sosok Sadikin Bintang memiliki kapasitas kepemimpinan yang layak diperhitungkan dalam kontestasi Musyawarah Wilayah (MUSWIL) mendatang.
Dalam pernyataannya, Mawardi menyebut kehadiran Sadikin Bintang menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi alumni Fakultas Dakwah UIN Sumatera Utara.
Menurutnya, tidak banyak alumni dari fakultas tersebut yang maju sebagai calon Presidium KAHMI tingkat wilayah.
“Bang Sadikin Bintang adalah figur pemberani, perintis, dan pejuang. Beliau berani tampil di tengah dinamika organisasi yang penuh tantangan,” ujar Mawardi di Langsa, Minggu (3/5).
Ia menjelaskan, Sadikin Bintang memiliki rekam jejak organisasi yang panjang sejak masa mahasiswa. Selain aktif di HMI, ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Menwa serta aktif di Senat Mahasiswa Institut. Setelah itu, kariernya berlanjut di dunia militer hingga meraih pangkat kolonel.
Menurut Mawardi, perpaduan pengalaman aktivisme dan kedisiplinan militer menjadi nilai tambah bagi Sadikin Bintang dalam memimpin organisasi alumni sebesar KAHMI.
“Beliau memiliki pengalaman menghadapi dinamika sosial, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi kompleks. Ini modal penting untuk memimpin KAHMI Sumut ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Mawardi menilai kontestasi kepemimpinan KAHMI Sumut bukan sekadar pergantian figur, melainkan penentuan arah organisasi ke depan. Dalam konteks tersebut, sosok pemimpin yang tegas, disiplin, namun tetap bijaksana dinilai sangat dibutuhkan.
Ia juga menyoroti perlunya energi baru di tubuh KAHMI Sumut agar organisasi tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga tampil sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang responsif terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan.
Meski demikian, Mawardi mengingatkan jalan menuju kursi Presidium tidak akan mudah. Menurutnya, kultur senioritas, kedekatan dengan penguasa, hingga primordialisme internal organisasi bisa menjadi tantangan tersendiri.
“KAHMI Sumut perlu membuka ruang bagi kepemimpinan baru yang progresif. Bang Sadikin juga perlu memadukan ketegasan dengan pendekatan sipil yang inklusif,” ujarnya.
Mawardi berharap kehadiran Sadikin Bintang dalam bursa calon Presidium MUSWIL KAHMI Sumut dapat membawa warna baru dan membuka harapan bagi kemajuan organisasi di masa mendatang.



