• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Dobrak Dominasi Elit, Masuknya Jumhur Hidayat ke Kabinet Jadi Sinyal Kemenangan Aktivis Perjuangan

W D by W D
29 April 2026
in Daerah
0
Dobrak Dominasi Elit, Masuknya Jumhur Hidayat ke Kabinet Jadi Sinyal Kemenangan Aktivis Perjuangan
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA– Penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah berani untuk memutus rantai dominasi kaum elitis di pemerintahan.

Eksponen aktivis GMNI Samuel Tampubolon menyebut keputusan ini sebagai pesan politik bahwa negara kini mulai memberikan ruang bagi figur yang lahir dari rahim perjuangan rakyat bukan sekadar hasil kompromi kekuasaan.

Samuel menegaskan hadirnya Jumhur Hidayat menjadi angin segar sekaligus koreksi bagi sistem pemerintahan yang selama ini dinilai terlalu didominasi kelompok yang jauh dari persoalan akar rumput.

Sebagai tokoh yang besar dari gerakan buruh dan aktivisme demokrasi Jumhur dianggap memahami secara utuh persoalan ketimpangan ekonomi serta eksploitasi sumber daya yang selama ini sering mengabaikan keselamatan rakyat demi kepentingan modal.

Menurut Samuel sektor lingkungan hidup yang kini dipimpin Jumhur adalah wilayah strategis yang selama ini menjadi medan tempur antara kepentingan rakyat dan oligarki ekonomi.

Ia berpendapat bahwa kerusakan lingkungan yang masif terjadi bukan karena lemahnya aturan melainkan karena negara seringkali kalah saat berhadapan dengan kepentingan pemilik modal besar sehingga dibutuhkan figur dengan keberanian ideologis untuk melawannya.

Publik menaruh harapan besar agar kepemimpinan ini menjadi titik balik lahirnya kebijakan lingkungan yang progresif berdaulat dan tidak bisa didikte oleh kelompok kepentingan manapun.

Samuel memandang masuknya Jumhur ke dalam jajaran kabinet membuktikan bahwa idealisme tetap bisa hidup meski berada di dalam pusaran kekuasaan sekaligus menjadi alarm bahwa pemerintahan ke depan harus lebih berani menghadirkan politik keberpihakan.

Masuknya tokoh perlawanan ke dalam sistem pemerintahan ini dianggap sebagai kemenangan simbolik bagi dunia aktivisme.

Perjalanan Jumhur dari ruang perlawanan jalanan menuju panggung kabinet membuktikan bahwa sejarah perjuangan tetap mampu menemukan jalannya di tengah kerasnya arus pragmatisme politik nasional.

102
Previous Post

Prof Yuddy Raker III Balitbang Golkar Fokus Program 2026 dan Kemenangan Pileg 2029

Next Post

Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan, Mahasiswa Magister Hukum Untan Gelar Halal Bihalal

W D

W D

Next Post
Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan, Mahasiswa Magister Hukum Untan Gelar Halal Bihalal

Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan, Mahasiswa Magister Hukum Untan Gelar Halal Bihalal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.