Korannusantara.id, Jakarta – Langkah cepat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkhususnya Polda Banten dalam mengimplementasikan Gerakan Aman, Sehat, Rapi/Resik, dan Indah (ASRI) di seluruh jajarannya, mulai dari Polda, Polres hingga Polsek, mendapat apresiasi dari analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung.
Program tersebut dinilai sebagai langkah nyata mewujudkan lingkungan kerja sehat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah kerjanya.
Gerakan ASRI yang diinisiasi Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan ditindak lanjuti dengan cepat oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki beserta jajarannya merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini dijalankan melalui kegiatan rutin seperti kerja bakti (korve), pembersihan area publik, taman, dan fasilitas umum di lingkungan kepolisian maupun lingkungan masyarakat.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami memberikan apresiasi tinggi dan sepenuhnya mendukung atas langkah konkret institusi Polri terkhsusnya Polda Banten di bawah kepemimpinan Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki dan jajarannya dalam mengimplementasikan arah kebijakan Presiden RI dalam mewujudkan asta citanya pada masyarakat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Diketahui sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan dan Bupati Serang Rachmatuzakiyah melaksanakan kegiatan penanaman pohon serentak yang diinisiasi jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Serang, Selasa (21/4/2026).
Penanaman pohon dipusatkan di wilayah Polsek Kragilan, tepatnya di lahan seluas 2,7 hektare milik PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) di Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan. Sebanyak 3.000 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari berbagai jenis tanaman seperti jati, sengon, dan mahoni yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Menurut Nasky yang juga Penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” menilai, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Prabowo Subianto terkait pembenahan lingkungan nasional sebagai arah baru tata kelola pemerintahan. Ia menilai institusi kepolisian memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Oleh karena itu, lebih lanjut, Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menegaskan, Gerakan ASRI yang digencarkan oleh Polda Bante tidak boleh berhenti sebagai program simbolik, tetapi harus menjadi budaya kerja nyata dan dedikasi sehari-hari insan Bhayangkara.
“Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar birokrasi tidak hanya efektif dan melayani, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Nasky yang juga Ketua Indonesia Youth Epicentrum dan Founder Nasky Milenial Center menilai program ini menjadi momentum menghadirkan tata kelola kebersihan yang sistematis dan berkelanjutan dari desa hingga kota.
“Ia menekankan pentingnya kerja kolektif pemerintah pusat, daerah, Polri, TNI, dan masyarakat agar gerakan tersebut tidak sekadar seremonial,” ucapnya.
Menurutnya, implementasi ASRI menunjukkan kepedulian Polda Banten terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memberikan contoh disiplin dan tanggung jawab kepada masyarakat. Gerakan ini juga diharapkan membangun kesadaran kolektif seluruh insan Bhayangkara serta memperkuat citra Polri sebagai institusi yang peduli dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Polri tidak hanya sekadar kampanye, tetapi melakukan aksi fisik secara rutin. Upaya ini mendukung target pembangunan nasional berwawasan lingkungan sebagaimana ditekankan Presiden,” pungkasnya.
“Ia berharap, Gerakan ASRI kini dijalankan secara menyeluruh di lingkungan Polri sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan komitmen institusi dalam mendukung Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan indah,” tambahnya. (red)



