JAKARTA| Korannusantara.id – Komitmen menjaga keutuhan bangsa kembali ditegaskan dalam peringatan Milad ke-28 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4/2026). Agenda tersebut menjadi panggung konsolidasi kader sekaligus penguatan peran mahasiswa dalam merespons tantangan kebangsaan.
Mengangkat tema “Bakti KAMMI untuk Indonesia”, peringatan ini dimaknai sebagai refleksi perjalanan organisasi sejak berdiri di era reformasi hingga saat ini, termasuk dalam menjaga relevansi gerakan di tengah dinamika sosial-politik yang terus berkembang.
Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah menegaskan bahwa usia ke-28 merupakan fase pendewasaan bagi organisasi yang lahir di era reformasi ini. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa tantangan bangsa ke depan tidak lagi sekadar tentang perbedaan pandangan, melainkan bagaimana menyatukan potensi besar pemuda untuk membawa Indonesia menuju kemajuan global.
“Persatuan Nasional bukan sekadar jargon bagi KAMMI. Ini adalah panggilan sejarah. Di usia ke-28 ini, KAMMI ingin menjadi perekat bagi sekat-sekat yang ada. Mahasiswa harus menjadi pelopor kolaborasi, bukan justru memperuncing polarisasi,” ujarnya di hadapan ratusan kader dan tamu undangan yang hadir di Jakarta.
Selain menjadi ajang seremoni, kegiatan ini juga menyoroti sejumlah isu strategis nasional seperti ketahanan ekonomi, kedaulatan digital, serta pentingnya integritas kepemimpinan generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa.
Sejumlah tokoh nasional, unsur Majelis Pertimbangan Keluarga Alumni KAMMI (MP KAKAMMI), serta pimpinan organisasi kepemudaan turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran lintas elemen ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat persatuan nasional.
Rangkaian acara turut diisi dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, serta pemberian penghargaan kepada kader yang dinilai berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin kader KAMMI tidak hanya fasih bicara di podium, tapi juga ahli dalam memberikan solusi nyata di lapangan. Persatuan Nasional akan terwujud jika keadilan sosial sudah dirasakan oleh seluruh rakyat, dan itulah tugas kita sebagai mahasiswa,” tambah Jundi.
Melalui momentum ini, KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sebagai organisasi yang independen, kritis, dan solutif, sekaligus memperkuat simpul-simpul persatuan demi Indonesia yang lebih baik. (*)



