korannusantara.id. PADANGSIDIMPUAN – Nasib seorang nenek lansia berusia 78 tahun di Dusun Sibulu Tolang, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, menarik perhatian publik. Nenek tersebut mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, padahal kondisi rumah dan kesehatannya memerlukan perhatian serius.
“Saya sudah tua, sakit-sakitan. Rumah juga sudah tidak layak huni. Saya dengar-dengar sering ada bantuan dari pemerintah, tapi entah kenapa nama saya tidak pernah masuk. Sampai sekarang saya tidak pernah menerima satu rupiah pun,” ujar nenek tersebut dengan nada sedih.
Kondisi ini menjadi sorotan lantaran ketika wartawan mencoba meminta konfirmasi dari Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPD PKB Sumatera Utara, respons yang diberikan hanya berupa balasan pesan singkat dalam bahasa daerah. Tidak ada keterangan resmi maupun penjelasan mengenai langkah yang akan diambil terkait kasus ini.
Untuk mengklarifikasi, wartawan mengirimkan pertanyaan resmi melalui WhatsApp pada Selasa (7/4/2026) yang mencakup empat poin penting:
Apakah anggota DPRD mengetahui kasus nenek 78 tahun tersebut?
Langkah apa yang akan diambil sebagai wakil rakyat?
Pandangan terkait dugaan ketimpangan data bantuan sosial.
Apakah akan ada tindak lanjut atau pemanggilan instansi terkait?
Hingga berita ini diturunkan, semua pertanyaan tersebut belum dijawab secara resmi, menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap sikap wakil rakyat yang dinilai kurang responsif. “Kami mengharapkan mereka memperjuangkan aspirasi kami. Kalau ada rakyat yang kesulitan dan dimintai keterangan saja tidak mau jawab, bagaimana nanti kalau ada masalah besar?” ungkap seorang warga setempat.
Nenek lansia ini bahkan berharap Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dapat meninjau langsung nasib rakyat kecil yang diduga terabaikan dalam penyaluran bantuan sosial.
Masyarakat kini menanti respons nyata dari wakil rakyat dan instansi terkait agar nasib warga lansia tersebut tidak terus terabaikan.
(Indra Saputra)



