Jakarta – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi momentum penting yang menguji kapasitas negara dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat.
Berdasarkan pemberitaan Liputan6.com, Polri menyebut arus mudik tahun ini berlangsung tertib, kondusif, dan lancar berkat sinergi lintas sektor yang solid.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, TNI, Polri, operator jalan tol, hingga pemerintah daerah. Sinergi ini dinilai mampu menjaga stabilitas lalu lintas di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Koordinator Nasional Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Dinal Gusti, menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri yang dinilai berhasil menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Menurut kami, pengamanan mudik tahun ini mencerminkan hadirnya negara dalam melayani rakyat secara konkret,” ujar Dinal kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Ia menilai berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, ganjil-genap, hingga sistem buka-tutup jalur menunjukkan kapasitas manajerial yang adaptif dan responsif.
“Kebijakan yang diterapkan terbukti efektif dalam mengurai kepadatan, khususnya di jalur-jalur krusial,” imbuhnya.
Menurut Dinal, keberhasilan ini tidak hanya soal teknis pengaturan lalu lintas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya Polri.
“Ini tentang bagaimana negara hadir secara humanis dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyoroti keberadaan pos pengamanan dan pos pelayanan di berbagai titik strategis yang dinilai sangat membantu para pemudik.
“Penempatan personel di titik rawan kemacetan dan kecelakaan merupakan langkah preventif yang patut diapresiasi,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional LSPI, Deni Wahyudi, menilai keberhasilan pengamanan mudik tahun ini dapat menjadi model dalam pengelolaan mobilitas nasional ke depan.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif dan berbasis data menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
“Langkah preventif seperti sosialisasi keselamatan berkendara, imbauan istirahat, hingga pemeriksaan kelaikan kendaraan menunjukkan Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi dan perlindungan masyarakat,” ujar Deni.
Ia juga mengapresiasi penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk penertiban kendaraan over dimension over load (ODOL) dan parkir liar yang turut berkontribusi pada ketertiban selama arus mudik dan balik.
Lebih lanjut, Deni menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan tersebut melalui kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan arahan petugas.
“Keberhasilan mudik Lebaran 2026 adalah cerminan komitmen bersama antara negara dan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan berkeadilan,” jelasnya.
Ke depan, LSPI mendorong agar praktik baik ini terus dikembangkan melalui inovasi yang lebih progresif, termasuk pemanfaatan teknologi digital serta penguatan literasi keselamatan berkendara, khususnya di kalangan generasi muda.
Sebagai penutup, LSPI menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri dan para pemangku kepentingan atas dedikasi dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.



