Korannusantara.id – Jakarta, Serikat dalam proses perundingan dengan Iran, tidak ada lagi kepercayaan dari pihak Iran untuk melanjutkan diplomasi dengan negara tersebut. Ini merupakan ketiga kalinya Amerika Serikat mengkhianati diplomasi dan negosiasi dengan Republik Islam Iran:
Pertama, penarikan sepihak Amerika Serikat (pada masa pemerintahan Trump) dari JCPOA pada tahun 2018.
Kedua, serangan terhadap Iran pada Juni 2025 di tengah proses perundingan dengan Amerika Serikat (sebelum putaran keenam perundingan).
Ketiga, serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 setelah putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat.
Iran senantiasa berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, names dalam membela kehormatan dan kedaulatan, Iran tidak akan pernah ragu.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia sekali lagi, dengan merujuk pada berbagai pelanggaran berat dan berulang terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, dengan tegas mengutuk tindakan agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan Israel terhadap integritas wilayah Iran.
Serangan tersebut telah menyebabkan kesyahidan Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali
Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, sejumlah pejabat tinggi Republik Islam Iran, lebih dari 175 siswi Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah di kota Minab, serta lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa lainnya.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menilai bahwa tindakan Washington dan Tel Aviv merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan kawasan maupun internasional. Iran menyerukan kepada seluruh insan merdeka di dunia agar, selain mengutuk keras dan secara tegas serangan tersebut, juga mengambil langkah nyata dan segera untuk menghadapi kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis, yang tanpa diragukan telah menempatkan perdamaian dan keamanan kawasan serta dunia pada tingkat bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain itu, masyarakat dunia juga diharapkan memberikan dukungan kepada Republik Islam Iran sebagai benteng terakhir dalam menghadapi ambisi dan peperangan rezim Zionis.



