Korannusantara.id – TANJUNG MEDAN, Dugaan pencurian material jembatan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah informasi tersebut beredar dari unggahan di akun Facebook milik Khairul Azhar Nst pada Jumat (20 Februari 2026).
Dalam unggahan di Facebook itu dijelaskan bahwa satu lembar plat besi jembatan di titik yang dikenal warga sebagai Titi Kembar, di jalur lintas Tanjung Medan menuju Tanjung Mulia, diduga telah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Material yang hilang disebut merupakan bagian penting dari struktur jembatan yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan.
Material Jembatan yang Hilang
Informasi yang dibagikan menyebutkan bahwa plat besi tersebut memiliki ukuran cukup besar dan berfungsi sebagai penopang akses kendaraan masyarakat.
Rinciannya:
• Jenis material: Plat besi jembatan
• Lebar sekitar 1,5 meter
• Panjang sekitar 4 meter
Perbaikan jembatan sebelumnya dilakukan melalui kolaborasi perusahaan, yakni PT Umbulmas Wisesa bersama PT Mujur Lestari, sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran transportasi masyarakat di wilayah tersebut.
Aparat Desa Turun Meninjau
Menindaklanjuti informasi dari warga, aparat Desa Tanjung Medan langsung turun ke lokasi. Dua kepala dusun setempat melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi jembatan dan material yang dilaporkan hilang.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi masyarakat karena jembatan itu merupakan akses penting bagi aktivitas harian warga, baik untuk bekerja, berdagang, maupun mobilitas antar desa.
Warga Minta Pengawasan Ditingkatkan
Dalam informasi yang beredar, warga juga menyampaikan kekhawatiran karena pencurian material besi di lokasi tersebut disebut bukan pertama kali terjadi. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain penegakan hukum terhadap pelaku, masyarakat juga menilai pentingnya pengawasan bersama terhadap fasilitas umum. Infrastruktur desa bukan hanya aset pembangunan, tetapi juga simbol gotong royong dan kepedulian bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga fasilitas publik sama pentingnya dengan membangunnya. Ketika satu bagian hilang, dampaknya dapat dirasakan oleh banyak orang yang menggantungkan aktivitas pada akses tersebut.



