Korannusantara.id – JAKARTA, 16 Februari 2026, Laju transformasi ekonomi desa di Indonesia mendapat suntikan energi baru. Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala resmi mengemban amanat sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang II – Peningkatan Ekonomi Masyarakat Perdesaan pada Majelis Kesejahteraan Nasional Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (MKN APUDSI) periode 2026.
Penunjukan ini diumumkan dalam forum HUT ke-1 dan Rakornas APUDSI pada 14 Februari 2026. Bezie, yang sebelumnya menjabat sebagai Waketum Bidang I (SDM & Pengembangan Desa), kini dipercaya menggeser fokus strategis organisasi dari penguatan kapasitas manusia menuju aktivasi mesin ekonomi desa yang sistemik.
Visi Ekonomi Berbasis Sistem
Dalam sambutannya, Bezie menegaskan bahwa desa tidak boleh lagi dipandang sebagai objek bantuan, melainkan subjek ekonomi yang kompetitif.
“Desa tidak membutuhkan belas kasihan, desa membutuhkan sistem. Produksi, akses pasar, pembiayaan, hingga jejaring global harus terhubung dalam satu ekosistem yang solid,” tegas Bezie.
Rekam Jejak Multisektoral: Budaya, Olahraga, hingga Investasi
Penunjukan Bezie dianggap sebagai langkah strategis mengingat latar belakangnya yang langka mampu menjembatani logika kapital global dengan dinamika akar rumput. Perjalanan kariernya mencakup berbagai sektor kritikal:
●Kepemimpinan & Bisnis: Founder sakoladesa.id, Pananyaan Training & Consultant, serta mantan General Manager LDN Capital. Ia juga pernah menjadi Strategic Advisor di kata.ai.
●Diplomasi & Internasional: Menjadi Indonesia’s Champion pada Regional Business Building Summit 2018, pembicara di World Debating Championship di Korea Selatan, serta Moderator World Sufi Forum 2023.
●Sosial-Budaya: Menyandang gelar Ratu Anom Karatwan Kertagama Galuh Pakuan dan aktif sebagai inisiator gerakan lokal seperti Festival Sarung Majalaya dan Festival Mangrove Gangga-Cilamaya.
●Komunikasi & Media: Pernah memimpin Radio PPI Dunia yang menjangkau diaspora di 32 negara.
Menghubungkan Desa ke Pasar Global
Melalui peran barunya di MKN APUDSI, Bezie diproyeksikan akan mengintegrasikan pengalaman investasinya di sektor agrikultur dan aset riil untuk menciptakan struktur pembiayaan berkelanjutan bagi proyek berbasis komunitas.
Transisi dari Bidang SDM ke Bidang Ekonomi pada 2026 ini dipandang sebagai kelanjutan logis. Setelah fondasi kapasitas manusia desa diperkuat selama setahun terakhir, kini fokus beralih pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan akses pasar yang lebih luas.
Dengan profil yang membentang dari panggung diplomasi dunia hingga pemberdayaan komunitas, Bezie Galih Manggala diharapkan mampu menjadikan desa sebagai simpul pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh dan terhubung secara internasional.



