Korannusantara.id, Bekasi Utara — Rumah Belajar Vidya Abimata kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada pekan kedua yang berlangsung di Sekretariat Vidya Abimata, RT 01 RW 03, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Sabtu (8/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Vidya Abimata dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar.
Pada pertemuan lanjutan tersebut, proses pembelajaran difokuskan pada pendampingan yang lebih personal dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik. Pendekatan ini disusun berdasarkan hasil evaluasi dan pemetaan kemampuan awal yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya, sehingga metode pembelajaran yang diterapkan menjadi lebih tepat sasaran, inklusif, dan adaptif.
Ketua Vidya Abimata, Ahmad Athorid, menjelaskan bahwa program Rumah Belajar dilaksanakan secara rutin dengan memperhatikan efektivitas pembelajaran serta pemerataan lokasi kegiatan di berbagai wilayah.
“Program belajar di Vidya Abimata kami jalankan dua kali dalam sebulan. Untuk bulan ini, Bekasi Utara kami fokuskan pada dua pertemuan, karena kami juga membagi waktu untuk kegiatan belajar di kecamatan lain agar program ini dapat dirasakan secara merata,” ujar Ahmad Athorid.
Hal senada disampaikan Koordinator Bidang Akademik Vidya Abimata, Achmad Saidul Hirlani. Ia mengungkapkan bahwa sejak pertemuan perdana pada 1 Februari 2026, tim pengajar telah melakukan diagnosis awal terhadap kemampuan peserta didik.
“Di pertemuan pertama, kami melakukan pemetaan awal dan menemukan beberapa anak yang membutuhkan pendampingan khusus. Dari hasil tersebut, kami menyusun pola pembelajaran yang lebih personal agar perkembangan belajar anak-anak bisa lebih optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Athorid menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas aktivitas belajar di ruang kelas, tetapi juga menyangkut kehadiran, kepedulian, dan perhatian bersama terhadap masa depan anak-anak. Ia menilai keterbatasan sarana seperti buku dan alat tulis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Kami tidak ingin ada anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan buku, alat tulis, atau kurangnya perhatian. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan kepedulian adalah kunci agar tidak ada anak yang merasa berjalan sendiri dalam menghadapi kesulitan belajar,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Rumah Belajar Vidya Abimata turut melibatkan mahasiswa serta pemuda-pemudi yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Vidya Abimata membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa.
“Kami mengajak para mahasiswa dan pemuda-pemudi untuk berkolaborasi bersama Vidya Abimata. Mari kita bangun generasi yang cerdas, berkarakter, saling peduli, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” pungkas Ahmad Athorid.



