Korannusantara.id Jakarta – Langkah Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho yang terus menggencarkan program ”Polantas Menyapa dan Melayani” mendapat apresiasi luas dari masyarakat hingga kalangan analis kebijakan publik. Menurut Nasky, Program Polantas Menyapa dan Melayani ini sebagai bentuk langkah nyata transformasi Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat berlalu lintas di jalan raya dengan tertib demi menjaga keselematan setiap aktivitas dari pengemudi mobli, sepeda motor hingga pejalan kaki sebagai pengguna jalan raya di seluruh wilayah di Indonesia.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai, Program Polantas Menyapa dan Melayani merupakan sebagai bukti nyata komitmen institusi Polri terus bertransformasi, berinovasi. Juga memberikan edukasi dalam memberikan pelayanan terbaik yang humanis kepada masyakarat pengguna jalan raya, dan yang berlalu lintas.
Selain itu Founder Nasky Milenial Center itu mengatakan, lalu lintas merupakan cerminan budaya bangsa. Program “Polantas Menyapa dan Melayani” menjadi langkah strategis untuk membangun budaya tertib dalam berlalu lintas.
“Petugas polisi lalu lintas adalah wajah pertama kepolisian yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Maka, perubahan sikap menjadi ramah, menyapa, melayani dan memberi edukasi yang humanis adalah simbol kedekatan, keramahan, dan empati. Oleh karena itu, Langkah yang dihadirkan Kakorlantas Polri melalui Polantas Menyapa dan Melayani patut didukung sepenuhnya oleh semua pihak,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Minggu (1/2/2026).
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kita memberikan apresiasi tinggi kepada Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho beserta jajarannya.
“Langkah ini dinilai sebagai bentuk kerja nyata, tanggung jawab moral, dan dedikasi Polantas Polri untuk memastikan masyarakat pengguna jalan tetap aman, tertib, nyaman, dan selamat sampai tujuan saat berlalu lintas standar layanan tetap optimal,” tegasnya.
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta ini mendorong Korlantas Polri untuk terus memberikan literasi, edukasi, dan pemahanan hukum yang humanis kepada warga agar tertib lalu lintas . Misalnya, melalui pembuatan STNK, BPKB, ETLE, melalui bentuk brosur, rambu-rambu, dan iklan layanan publik. Edukasi dan literasi secara langsung ke masyarakat juga adalah bentuk nyata kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat.
Diakhir pernyataannya, Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) ini mendukung sepenuhnya dan mendorong optimalisasi pelayanan digital Korlantas Polri demi permudah akses masyarakat.
“Publik sangat mendukung komitmen Kakorlantas Polri dalam mempercepat pelayanan publik lewat revitalisasi aplikasi digital, seperti SIGNAL, SINAR, E-BPKB, ERI, dan SIM Internasional,” jelasnya.
Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di awal tahun 2026. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menginstruksikan jajarannya untuk memasifkan program ‘Polantas Menyapa dan Melayani’.
Irjen Agus menegaskan bahwa langkah ini merupakan pengejawantahan langsung dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri senantiasa menekankan agar setiap anggota Polri hadir sebagai sosok penolong dan pelayan masyarakat yang humanis.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, semangat melayani harus menjadi urat nadi setiap anggota di lapangan. Polantas bukan hanya pengatur jalan, tapi pelayan yang hadir dengan empati,” ujar Irjen Agus kepada wartawan, Minggu (1/2/2026). (red)



