• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Artikel

Pendidikan dan Literasi NTT Menuju 2026: Investasi Masa Depan Daerah

Oleh : Asis Ibrahim 

Redaksi by Redaksi
19 Januari 2026
in Artikel
0
Pendidikan dan Literasi NTT Menuju 2026: Investasi Masa Depan Daerah

Ket : Asis Ibrahim

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – OPINI, Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Lebih dari sekadar urusan ijazah dan kelulusan, pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia yang akan menggerakkan roda ekonomi, sosial, dan politik di masa depan. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), sektor pendidikan menunjukkan kemajuan dari sisi kuantitas, namun masih menghadapi tantangan serius dalam kualitas literasi.

 

Secara statistik, tingkat kelulusan SMA dan SMK di NTT hampir mencapai 100 persen. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil perluasan akses pendidikan. Namun, data Asesmen Nasional beberapa tahun terakhir menunjukkan fakta lain yang perlu dicermati secara jujur: kemampuan literasi dan numerasi peserta didik masih berada pada kategori rendah. Banyak siswa mampu menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi belum memiliki kecakapan membaca kritis, memahami informasi, dan bernalar secara logis.

 

Rendahnya literasi bukan sekadar persoalan akademik, melainkan persoalan pembangunan. Generasi muda dengan kemampuan literasi terbatas akan kesulitan bersaing di dunia kerja, menghadapi arus informasi digital, serta berpartisipasi aktif dalam ruang publik demokratis. Jika kondisi ini dibiarkan, pendidikan berisiko kehilangan perannya sebagai sarana peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial.

 

Persoalan literasi di NTT tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan tantangan struktural yang selama ini dihadapi daerah: keterbatasan akses pendidikan berkualitas di wilayah terpencil, ketimpangan distribusi guru, minimnya fasilitas belajar, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan ke depan perlu diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, bukan hanya pencapaian administratif seperti angka kelulusan dan serapan anggaran.

 

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan peserta didik. Penguatan literasi sejak pendidikan dasar, peningkatan kapasitas guru, serta dukungan terhadap ruang belajar alternatif—seperti taman baca dan komunitas literasi—harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Pendidikan yang berkualitas adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak instan, tetapi menentukan arah kemajuan NTT.

 

Di sisi lain, peran masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, tidak kalah strategis. Sebagai kelompok terdidik, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Melalui pengabdian masyarakat, gerakan literasi, diskusi publik, dan advokasi kebijakan, mahasiswa dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial di akar rumput.

 

NTT berada pada persimpangan penting dalam pembangunan pendidikannya. Pilihannya adalah mempertahankan capaian formal semata, atau melangkah lebih jauh menuju pendidikan yang benar-benar mencerdaskan dan memberdayakan. Untuk kemajuan daerah, pilihan kedua bukan sekadar idealisme, melainkan kebutuhan. Pendidikan dan literasi yang kuat adalah kunci agar NTT mampu berdiri sejajar dan berdaya saing di tingkat nasional.

298
Tags: Asis IbrahimNTTOpiniPendidikan dan Literasi NTT
Previous Post

Tahanan Koruptor diduga Berkuasa dibalik Jeruji, HMI Medan Tuntut Copot Karutan

Next Post

Universitas Aufa Royhan Gelar Promosi Kampus di Sejumlah SMA/SMK di Balam

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Universitas Aufa Royhan Gelar Promosi Kampus di Sejumlah SMA/SMK di Balam

Universitas Aufa Royhan Gelar Promosi Kampus di Sejumlah SMA/SMK di Balam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.