Korannusantara.id Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Türkiye (Turki) sepakat meningkatkan kerja sama strategis di bidang pertahanan, industri pertahanan, hingga misi perdamaian internasional.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Dialog 2+2 Indonesia-Türkiye yang digelar di Ankara, Turki dan melibatkan Menteri Pertahanan serta Menteri Luar Negeri kedua negara.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, penguatan sumber daya manusia (SDM) pertahanan menjadi fokus utama kerja sama yang disepakati. Menurutnya, investasi pada SDM merupakan fondasi penting bagi kemitraan pertahanan jangka panjang Indonesia-Türkiye.
“Kami akan meningkatkan program investasi sumber daya manusia untuk kedua negara sebagai dasar kerja sama pertahanan jangka panjang dalam Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan antara Indonesia dan Türkiye,” ujar Sjafrie dalam keterangan Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, dikutip Minggu (11/1/2026).
Indonesia-Türkiye Segera Membentuk Kelompok Kerja
Sjafrie menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup peningkatan pendidikan dan pelatihan personel militer kedua negara guna memperkuat profesionalitas, kapasitas, dan kesiapan prajurit. Untuk merealisasikan hal itu, Indonesia dan Türkiye akan segera membentuk kelompok kerja bersama yang akan beroperasi di kedua negara.
Selain SDM, kedua negara juga sepakat memperdalam kerja sama industri pertahanan, termasuk pengembangan teknologi pertahanan maju seperti teknologi vital pesawat militer.
Menhan berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas pertahanan nasional Indonesia.
Dalam konteks keamanan global, Indonesia dan Türkiye juga bersepakat meningkatkan koordinasi terkait penguatan pasukan penjaga perdamaian, termasuk untuk misi kemanusiaan dan perdamaian di Gaza.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu rakyat Palestina sekaligus mendorong stabilitas kawasan dan global.
(red)



