Korannusantara.id – Jakarta Timur, Diskusi malam minggu diinisiasi oleh DPC GMNI Jakarta Timur yang diikuti oleh beberapa kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum untuk melihat secara objektif apakah pilkada oleh DPRD memberikan solusi demokrasi yang efektif atau justru memberikan pembunuhan terhadap demokrasi. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris DPC GMNI Jakarta Timur Feronika Nurlat Latbual dan dimoderatori oleh Lorensius Loren. Sabtu, 10 Januari 2026
Adapun beberapa narasumber yang hadir untuk memberikan pemahaman maupun referensi yang ideal bagi mahasiswa yaitu Niko Adrian, Bivitri Susanti dan Hendri Satrio. Dalam mengawali pembicaraan Niko Adrian mengatakan bahwasanya bahwasanya pemilihan langsung oleh DPRD menghindari serangan fajar dari setiap calon juga mengurangi biaya pemilu yang seharusnya dapat digunakan untuk kesejahteraan sosial tetapi proses demokrasi harus memperhatikan aspek demokrasi yang ideal bagi bangsa Indonesia.
Bivitri Susanti selaku pembicara kedua mengatakan dengan pemilihan oleh DPRD takutnya terjadi potensi sogokan terhadap partai politik dan kalau dibuat secara langsung calon kepala daerah bertanggungjawab kepada partai karena yang memilih mereka partai bukan rakyat.
Demokrasi diukur dengan biaya politik akan masuk kepartai politik. Sementara Hendri Satrio selaku pembicara ketiga mengatakan bahwa politik tentang kepentingan dan kekuasaan yang diperebutkan serta fungsi kontrol terhadap kekuasaan politik terhadap daerah akan semakin masif bahkan pemilihan yang dilakukan secara tidak langsung sudah tahu siapa yang jadi kepala daerah serta menyampaikan kepada mahasiswa untuk memiliki leadership, pengalaman juga modal sosial sebagai metode perjuangan.
Lalu diskusi dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan dan ditutup oleh moderator. Jansen Henry Kurniawan selaku Ketua DPC GMNI Jakarta Timur berharap dengan adanya diskusi ini sebagai bahan kajian serius untuk DPC GMNI Jakarta Timur bergerak secara konkrit dalam memperjuangkan demokrasi yang ideal sebagai tanggungjawab moral ideologis mahasiswa sebagai pelopor perjuangan rakyat.



