• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Fokus Penanganan Dampak Bencana, PT TBS Bantah Jadi Penyebab Banjir di Desa Garoga

Redaksi by Redaksi
18 Desember 2025
in Daerah
0
Fokus Penanganan Dampak Bencana, PT TBS Bantah Jadi Penyebab Banjir di Desa Garoga
0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Tapanuli Tengah, Curah hujan tinggi dan berkepanjangan beberapa waktu terakhir memicu bencana banjir di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

 

Bencana ini menimbulkan kerusakan permukiman warga, kerugian harta benda, hingga korban jiwa. Seiring munculnya isu bahwa PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) menjadi penyebab banjir, pihak perusahaan melalui Humas PT TBS, Rizky Pasaribu, menegaskan Rabu (17/12/2025) bahwa aliran sungai dari lahan perusahaan tidak melewati Desa Garoga, melainkan mengarah ke Desa Sibabangun, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Temukan lebih banyak

 

“Perusahaan membantah menjadi penyebab banjir di Desa Garoga. Saat ini, fokus kami adalah penanganan bencana dengan menurunkan alat berat untuk menormalisasi aliran sungai serta menyalurkan bantuan obat-obatan, sandang, dan pangan bagi masyarakat terdampak,” ujar Rizky.

 

Rizky menambahkan, perizinan pengelolaan lahan PT TBS telah lengkap sejak awal 2025, dan koordinasi telah dilakukan dengan empat desa di sekitar perusahaan. Selain itu, 90 persen tenaga kerja perusahaan merupakan putra-putra daerah setempat.

 

Terkait plasma yang dikelola PT TBS, Rizky menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pengajuan pembentukan, dan prosesnya dilakukan bersama masyarakat sesuai permintaan mereka.

 

Senada, Zega, salah seorang warga setempat, menyampaikan bahwa PT TBS beroperasi sejak Mei 2025 dengan koordinasi penuh bersama pemerintah desa dan masyarakat. Ia menekankan bahwa aliran sungai perusahaan mengarah ke Tapanuli Tengah, bukan Tapanuli Selatan.

 

“Pada situasi bencana seperti ini, seharusnya kita tidak saling menyalahkan. Mari bergandengan tangan mengatasi bencana agar masyarakat bisa pulih kembali,” ungkap Zega.

 

(Ronald Harahap)

359
Tags: Bantahan PT TBSDesa GarogaPenyebab BanjirPT TBS
Previous Post

Wapres Gibran Transit di Lanud Soewondo, disambut Pangdam BB dan Gubsu, ke Gayo Lues Tinjau Korban Bencana Aceh

Next Post

Ketum HMI Kaltim-Kaltara Keras ! Kecam Deforestasi di Kaltim

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
HUT Bhayangkara ke-79, HMI Kaltim-Kaltara Soroti Tindakan Represif Aparat: Harus Jadi Momentum Evaluasi

Ketum HMI Kaltim-Kaltara Keras ! Kecam Deforestasi di Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.