Korannusantara.id, Cikarang Pusat — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mengumpulkan 12 aktivis dan organisasi lingkungan dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat DLH, Selasa (09/12) Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Donny Sirait, sebagai langkah awal penyusunan rencana kerja rehabilitasi lahan kritis di wilayah Kabupaten Bekasi.
Dalam rapat tersebut, Kadis LH menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan rencana kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang terkait pemulihan lahan kritis, termasuk kawasan eks penertiban bangunan liar (bangli) yang akan dijadikan area hijau.
Menurut Donny Sirait, pelibatan 12 organisasi lingkungan ini merupakan strategi penting karena mereka dinilai telah mewakili berbagai wilayah yang nanti akan menjadi tulang punggung dalam proses rehabilitasi lahan kritis. “Saya sudah tiga tahun empat bulan menjabat sebagai Kadis LH. Sebenarnya, gerakan ini sudah lama saya nantikan, namun beberapa waktu terakhir kami fokus pada perubahan skema belanja BBM non-subsidi ke subsidi jenis solar, yang alhamdulillah dapat menghemat anggaran negara hingga Rp15 miliar per tahun,” ujarnya.

Donny menambahkan, berdasarkan histori kerja sama DLH dengan dunia usaha—termasuk saat perayaan Hari Raya Iduladha yang lalu—pihak perusahaan dinilai cukup aktif berkontribusi melalui pemberian hewan qurban. Karena itu, ia optimistis perusahaan juga akan berperan melalui program CSR dalam mendukung agenda penghijauan. “Yang penting, kontribusinya bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk aksi nyata,” tegasnya.
Dalam arahan teknis, Kadis LH meminta agar jenis pohon yang ditanam difokuskan pada pohon buah. Selain mendukung penghijauan, tanaman buah dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. “Belanja buah untuk keluarga itu tidak masuk dalam komponen upah tenaga kerja. Dengan menanam pohon buah, masyarakat bisa mendapatkan sumber vitamin C tanpa harus membeli lagi,” jelas Donny.
Setelah mendapatkan berbagai masukan terkait lokasi, pemetaan, kebutuhan anggaran, hingga waktu pelaksanaan dari para aktivis, Donny menegaskan bahwa pihaknya siap melanjutkan tahap berikutnya. “Setelah ini, saya akan tancap gas melakukan komunikasi intensif dengan dunia usaha untuk memastikan program ini berjalan,” pungkasnya.
Program rehabilitasi lahan kritis ini diharapkan menjadi gerakan kolaboratif yang tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.



