Korannusantara.id – Jakarta, Pelaksanaan SEPIM PB HMI 2025 pada 30 November – 4 Desember berjalan dengan sukses. Seluruh Ketua Umum HMI Cabang dan Badko dari berbagai daerah hadir dan bersatu dalam satu pemikiran strategis untuk melahirkan pemimpin Indonesia yang mampu mewujudkan negara yang sejahtera, adil, dan makmur. Jakarta, 7 Desember 2025
Kegiatan ini turut menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai pemateri, antara lain: Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Koordinator Bidang Pangan, Drs. H. Mukhtarudin, Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran RI, H. Viva Yoga Mauladi, M.Si, Wakil Menteri Transmigrasi, Drs. Isy Karim, M.Si, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Dr. M. Qodari, S.Psi., M.A, Kepala Staf Kantor Presiden, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D, Rektor Universitas Paramadina, Choirul Anam S.E., S.H., M.E., Ak., Ph.D, Ketua Umum KAHMI Eropa Raya / Koordinator PPI Dunia 2020–2021
Kehadiran para tokoh tersebut memberikan penguatan intelektual, strategi, dan wawasan kepemimpinan bagi seluruh peserta SEPIM.
Setelah rangkaian pemaparan materi, seluruh Ketua Umum Cabang dan Badko melakukan konsolidasi isu-isu penting yang menjadi dorongan perbaikan bangsa. Salah satu isu utama yang dibahas adalah pemerataan dan penyelamatan hutan, sebagaimana juga disampaikan oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hulu, Al Fajar, berkomitmen membawa isu tersebut ke daerah, khususnya di Provinsi Riau dan Kabupaten Rokan Hulu, yang saat ini menghadapi maraknya kerusakan dan perusakan hutan.
Jika tidak ada langkah serius, dalam lima tahun ke depan hutan Riau akan semakin menipis akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Riau harus segera merumuskan langkah konkret agar Riau tetap hijau,” ujar Fajar.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan kerusakan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis.
Kapolda Riau jangan hanya menanam pohon. Harus ada pembentukan tim kerja di setiap daerah yang secara khusus menangani persoalan ini,” tambahnya.
Fajar menyoroti bahwa Riau memiliki Kodam Tuanku Tambusai, yang seharusnya dapat bersinergi kuat dengan Polda Riau dalam pemberantasan kejahatan lingkungan.
Kerja sama Polda dan Kodam sangat penting. Jangan sampai instansi yang tugasnya menjaga justru ada oknum yang bermain. Kita sudahi semua ini. Jaga alam, dan alam akan menjaga kita,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Fajar mengingatkan bahwa Riau dikenal sebagai kota bertuah, sehingga segala bentuk perusakan lingkungan pada akhirnya akan memberikan risiko besar bagi masyarakat.
Pemimpin Riau harus tegas dan memiliki kebijakan nyata agar perusakan tidak terus dibiarkan. Riau, khususnya Rokan Hulu, harus kembali hijau dan segar oleh hutan-hutan yang rimbun,” tutupnya.



