Korannusantara.id – Medan, 29 November 2025, Ikatan Mahasiswa Takengon Sumatera Utara (IMATA-SU) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kekecewaan yang sangat besar atas lambatnya respon pemerintah dalam menangani bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah. Memasuki hari kelima, warga di sejumlah kecamatan masih benar-benar terisolir, dan hingga saat ini bantuan dari pemerintah pusat belum juga tiba.
Ketua Umum IMATA-SU, Alam al Barqi, menyatakan bahwa kondisi Aceh Tengah saat ini bukan lagi sekadar bencana, namun sudah masuk pada tahap darurat kemanusiaan yang sangat serius. Banyak warga yang hingga kini masih terjebak tanpa makanan yang cukup, tanpa air bersih, tanpa obat-obatan, dan tanpa kepastian kapan bantuan akan datang.
“Kami sangat prihatin dan kecewa. Sudah lima hari masyarakat Aceh Tengah menunggu dengan penuh harap, tetapi bantuan dari pemerintah pusat belum juga sampai. Informasi dari daerah sangat terbatas. Warga ketakutan, kelelahan, dan kehabisan persediaan. Ini situasi yang menyayat hati,” ungkap Alam al Barqi.
IMATA-SU menegaskan bahwa seluruh akses darat ke Aceh Tengah lumpuh total. Material longsor menutup banyak ruas jalan utama dan membuat Aceh Tengah seolah “terputus dari Indonesia”.
“Kami tidak melihat alasan apa pun untuk menunda. Akses darat hilang. Yang tersisa hanya jalur udara. Karena itu kami mendesak Presiden, BNPB, dan seluruh lembaga pemerintah pusat untuk segera mengerahkan helikopter dan menerjunkan bantuan tanpa menunggu hari esok. Warga tidak punya waktu lagi untuk menunggu,” tegasnya.
IMATA-SU menyampaikan keprihatinan terdalam atas penderitaan warga Aceh Tengah yang hingga kini masih bertahan di tengah keterbatasan, cuaca buruk, dan ketidakpastian. Banyak keluarga kehilangan rumah, kehilangan mata pencaharian, bahkan terpisah dari anggota keluarga mereka. Sampai saat ini, relawan dan masyarakat lokal sudah berjuang sebisa mungkin, namun kondisinya jauh dari cukup.
“ Banyak warga hanya mengandalkan apa yang tersisa. Anak-anak, ibu-ibu, dan lansia sedang menghadapi situasi yang sangat berat. Pemerintah pusat harus hadir. Negara harus hadir. Aceh Tengah tidak boleh dibiarkan sendirian,” tambah Alam al Barqi.



