Korannusantara.id, Jakarta – Raja Kerajaan Yordania, Hasyimiah Abdullah II ibn Al Hussein memberikan penghargaan tertinggi The Bejeweled Grand Cordon of Al-Nahda (Order of The Rennaisance) kepada Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Tampak dua Paspampres membawa penghargaan yang telah disiapkan Raja Abdullah II di atas baki. Penghargaan tersebut berbentuk pita yang terurai panjang dengan warna yang sama dengan bendera Yordania yakni hijau, putih, merah, dan hitam.
Satu buah bintang besar berwarna putih dan kuning menghiasi penghargaan di bagian bawah pita. Setelahnya, Raja Abdullah II mengalungkannya kepada Prabowo yang berdiri di sampingnya. Keduanya lalu bersalaman dan saling berpelukan.
Kemudian, Prabowo memberikan salah hormat kepadanya. Keduanya lalu membalikkan badan ke arah awak media untuk sesi foto.
Dalam pertemuan bilateral, dua kepala negara menunjukkan kedekatannya yang sudah terjalin sejak lama. Prabowo menegaskan dirinya dan Raja Yordania memiliki kedekatan mendalam dengan Yordania.
“Seperti yang Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional dengan Yordania. Yang Mulia Raja Hussein menerima saya dengan ramah, saya rasa saya lupa berapa tahun yang lalu, hampir 25 tahun yang lalu? 26, 27, 28, 29, ya. Jadi, betapa dekatnya hubungan kita,” ujar Prabowo dalam pertemuan itu.
Dia mengaku sering mengenang kehidupannya selama di Yordania. Karena itu, Prabowo sangat senang bisa menyambut langsung Raja Yordania di Indonesia.
Prabowo berharap Raja Abdullah II ibn Al Hussein bisa tinggal lebih lama di Tanah Air. “Sebenarnya kami berharap Anda akan tinggal lebih lama, tetapi kami menyadari bahwa Anda memiliki jadwal yang sangat padat,” kata Prabowo.
Adapun delegasi Indonesia yang mendampingi Prabowo saat kunjungan kenegaraan Raja Yordania yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(red)



