Korannusantara.id, Jakarta – Anggota DPD RI, KH. Muhammad Nuh menilai semua mantan Presiden RI yang sudah meninggal dunia layak untuk menjadi Pahlawan Nasional. Menurutnya, gelar itu sudah seharusnya diberikan negara karena para tokoh itu telah memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa saat memimpin negeri ini.
“Saya cenderung setuju, ada ungkapan bagus menurut saya, kepala-kepala negara yang sudah wafat (dijadikan Pahlawan Nasional). Sudahlah kita kan mengenang kebaikannya. Kalau masalah plus-minus, semua orang tidak akan luput,” ujar Nuh dalam keterangan yang diterima, pada Selasa (11/11/2025).
“Jadi jangan kita melupakan kebaikan-kebaikan (seorang pemimpin) karena ketidaksukaan kita. Karena semua pasti punya plus minus. Apalagi kalau sudah meninggal, kita menutuplah hal-hal yang dianggap tidak baik,” sambungnya.
Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Karena itu pula, senator asal Sumatera Utara ini mendukung Presiden RI ke-2 almarhum Soeharto untuk dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Karena menurutnya, mantan pemimpin Orde Baru itu terbukti berjasa membawa kemajuan untuk Indonesia.
Dia menilai Soeharto berhasil memajukan perekonomian dan membangun Indonesia lewat berbagai terobosannya. Terlebih, yang juga berkesan baginya, “Jenderal Besar itu pun menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat muslim dunia.
Pembelaan Soeharto untuk Muslim Bosnia
Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumut ini mencontohkan saat Soeharto membela muslim Bosnia ketika dibantai pasukan Serbia dalam konflik yang terjadi pada tahun 1992-1995.
“Bahkan video yang baru beredar (memperlihatkan) bahwa beliau juga ikut berperan membebaskan (muslim) Bosnia dari pembantaian oleh Serbia. Saya pikir hal itu tidak sederhana (untuk bisa dilakukan),” katanya menekankan.
Meski demikian, dia tidak menampik ada berbagai kekurangan saat Soeharto saat memimpin Indonesia selama 32 tahun.
“Dia pun mengajak semua pihak menjadikan sisi negatif itu sebagai catatan dan pelajaran berharga terutama untuk para pemimpin agar tidak mengulangi hal yang sama,” tuturnya.
(red)



