Korannusantara.id, Cikarang — Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi kini memasuki tahap krusial. Tiga pejabat eselon II resmi bersaing untuk memperebutkan posisi strategis sebagai motor penggerak birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tahapan uji gagasan tertulis dan wawancara bagi para kandidat digelar pada Selasa, 11 November 2025, di Lakeside Tel Cikarang, Desa Pasir Randu, Kecamatan Serang Baru.Kab . Bekasi.
Ketiga kandidat yang mengikuti seleksi tersebut adalah:
1. Drs. H. Endin Samsudin, M.Si., Kepala BKPSDM Kabupaten Bekasi,
2. Henri Lincoln, ST., MM., Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi,
3. Drs. Iwan Ridwan, M.Si., Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi.
Ketiganya dikenal memiliki pengalaman panjang di birokrasi dengan rekam jejak kepemimpinan di sektor strategis pemerintahan daerah.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan dan diawasi oleh tim penilai independen untuk menjamin transparansi serta objektivitas hasil seleksi.
“Proses seleksi berjalan sesuai aturan dan melibatkan Tim Pusat untuk memastikan objektivitas penilaian,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, menyampaikan bahwa proses seleksi Sekda harus menjadi ruang bagi publik untuk menilai rekam jejak para calon.
“Proses seleksi memang sedang berjalan. Nantinya akan ada ruang bagi masyarakat untuk memberikan saran dan masukan terkait rekam jejak para kandidat. Itu penting sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati dalam menentukan pilihan,” ungkap Nyumarno.
Ia menegaskan, DPRD dan masyarakat memiliki harapan besar agar Sekda terpilih bukan hanya memiliki perilaku yang baik, tetapi juga kinerja yang baik, dan terbukti mampu menjadi panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bekasi.
“Rekam jejak yang baik bukan hanya soal perilaku, tapi juga soal kinerja. Sekda yang terpilih nanti harus bisa membantu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan daerah secara efektif,” pungkasnya.



