Jakarta, 7 November 2025 — Yayasan Pendidikan Melati Putih Borneo menggelar kegiatan kunjungan edukatif ke Mako Brimob, Stasiun KAI Pasar Senen, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pasar Senen, Kamis (6/11). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial kepada siswa sejak dini.
Guru pendamping, Enjelina Aritonang, SH, yang memimpin rombongan, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana belajar langsung di lapangan. Para siswa terlihat antusias saat diperkenalkan dengan kendaraan operasional Brimob, perlengkapan Damkar, serta sistem kerja di stasiun kereta api.
“Kami ingin menanamkan empati, rasa hormat, dan tanggung jawab melalui pengalaman nyata,” ujar Enjelina.
Yayasan Pendidikan Melati Putih Borneo, yang didirikan oleh Dr. Fetrus, SH, MH, dikenal sebagai lembaga pendidikan inklusif yang memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Program utama yayasan ini meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), dengan fokus membentuk generasi cerdas dan berakhlak.
Selain itu, Dr. Fetrus juga tengah menyiapkan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) di bawah naungan yayasan. Kampus tersebut akan melibatkan tujuh doktor hukum dan empat profesor sebagai tenaga pengajar utama.
“Pendidikan adalah jalan menuju kemajuan bangsa. Kami ingin semua anak punya kesempatan belajar tanpa hambatan ekonomi,” tegas Dr. Fetrus.
Langkah Yayasan Melati Putih Borneo mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Program kunjungan edukatif seperti ini dinilai efektif menumbuhkan rasa nasionalisme, empati, dan solidaritas sosial sejak usia dini.
Dengan memadukan pembelajaran akademik dan pengalaman lapangan, yayasan ini terus menunjukkan komitmennya membentuk generasi muda yang tangguh dan cinta tanah air.



