• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Hasyim SE, Dari DPRD Medan hingga DPRD Sumut, Simbol Pluralisme dan Konsistensi Politik

Redaksi by Redaksi
3 Oktober 2025
in Daerah
0
Hasyim SE, Dari DPRD Medan hingga DPRD Sumut, Simbol Pluralisme dan Konsistensi Politik
0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Medan, Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Medan, Hasyim SE, kembali mencatat sejarah dalam perjalanan politiknya. Sosok yang akrab disapa Hasyim ini menjadi figur politisi etnis Tionghoa pertama yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Medan, dan kini melangkah lebih jauh dengan duduk sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara periode 2024–2029. Pencapaian ini juga mendapat apresiasi dari kalangan muda, salah satunya *Ade Oloan Sihombing, pemerhati pluralisme* yang menilai kiprah Hasyim adalah teladan dalam menjaga kebhinekaan.

Perjalanan politik Hasyim dimulai pada periode 2009–2014, ketika ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Kota Medan. Kinerja dan kedekatannya dengan masyarakat membuatnya dipercaya kembali pada periode 2014–2019. Di periode kedua inilah ia sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDIP Kota Medan, sebuah posisi strategis yang hanya mampu dipertahankan sedikit figur.

Kepercayaan publik semakin besar saat ia terpilih lagi pada periode 2019–2024. Tak hanya menjadi anggota legislatif, Hasyim mencetak sejarah sebagai Ketua DPRD Kota Medan dari etnis Tionghoa pertama sejak lembaga itu berdiri. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilannya meraih suara terbanyak di Kota Medan pada Pileg 2019.

Kini, memasuki periode 2024–2029, Hasyim kembali dipercaya rakyat, kali ini sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara. Pencapaian ini menegaskan kiprahnya tidak hanya terbatas di level kota, tetapi juga melebar hingga ke tingkat provinsi.

Pada Pileg 2019, PDIP meraih kemenangan signifikan dengan 217.200 suara, unggul jauh atas Partai lainnya. Dengan raihan itu, PDIP mendapatkan jatah kursi Ketua DPRD Kota Medan. Posisi ini kemudian dipercayakan kepada Hasyim, yang sebelumnya juga sudah menyatakan siap bila partai menunjuk dirinya.

Selain dikenal sebagai politisi, Hasyim juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Ia menjadi pembina serta penasehat di sejumlah komunitas sosial di Kota Medan. Kegiatannya lintas agama pun mendapat apresiasi luas.

Meski beragama non-Muslim, Hasyim rutin menghadiri perayaan Idul Fitri setiap tahun melalui kegiatan Roadshow Lebaran. Ia juga tidak pernah absen hadir dalam perayaan agama lain seperti Imlek, Natal, maupun acara adat lintas suku. Karakter inilah yang menjadikannya figur pemersatu di tengah masyarakat multikultural Medan.

Keberhasilan Hasyim mendapat sorotan dari kalangan muda. Ade Oloan Sihombing, pemuda pemerhati pluralisme, menilai Hasyim adalah teladan dalam mewujudkan semangat kebhinekaan.

“Hasyim adalah bukti nyata bahwa politik bisa menjadi ruang persatuan, bukan perpecahan. Ia menunjukkan bahwa etnis Tionghoa pun bisa dipercaya memimpin kota yang beragam seperti Medan. Sosok beliau bukan hanya milik etnis tertentu, tetapi milik seluruh masyarakat,” ungkap Halomoan.

Ia menambahkan, konsistensi Hasyim hingga kini melangkah ke DPRD Sumut adalah tanda bahwa dirinya masih sangat layak memimpin PDIP Kota Medan. “Kiprahnya masih dibutuhkan. Bukan hanya untuk partai, tetapi untuk menjaga kepercayaan publik yang sudah ia bangun bertahun-tahun,” pungkasnya.

Dengan tiga periode di DPRD Medan, dua periode sebagai Ketua DPC PDIP, dan satu periode sebagai Ketua DPRD Medan, ditambah kiprahnya kini di DPRD Sumut, publik menilai Hasyim masih sangat pantas memimpin PDIP Kota Medan.

Rekam jejaknya yang panjang, konsistensi dalam menjaga basis suara, serta komitmennya terhadap kebhinekaan menjadikan Hasyim bukan hanya seorang politisi, tetapi juga simbol persatuan di Kota Medan.

Hasyim adalah contoh nyata bagaimana konsistensi, kepedulian sosial, dan komitmen pluralisme bisa membawa seseorang diterima oleh masyarakat lintas etnis dan agama. Dari DPRD Medan hingga DPRD Sumut, ia tetap menjadi figur yang mampu merangkul semua kalangan.

Dengan rekam jejak politik dan sosial yang solid, saya menilai Hasyim masih layak menjadi nakhoda PDIP Kota Medan ke depan.

 

( Red )

709
Tags: Hasyim SEMedanPDIP PerjuanganPluralismePolitik
Previous Post

Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Pasar Karbon Dunia, Momentum Dibangun Lewat Dialog Strategis IBC di New York

Next Post

Schneider Electric Luncurkan EcoStruxure Building Operation 7.0 untuk Dorong Efisiensi Energi dan Keberlanjutan Bangunan

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Schneider Electric Luncurkan EcoStruxure Building Operation 7.0 untuk Dorong Efisiensi Energi dan Keberlanjutan Bangunan

Schneider Electric Luncurkan EcoStruxure Building Operation 7.0 untuk Dorong Efisiensi Energi dan Keberlanjutan Bangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.