Korannusantara.id, Cikarang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan pelayanan publik, baik di bidang penerangan jalan maupun transportasi. Upaya ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga aspek keamanan dan keselamatan di jalan.
Ketua Tim Pelayanan Teknis Dishub, Jaya, mengatakan pihaknya memiliki tim respons cepat untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait kerusakan Penerangan Jalan Umum (PJU). “Setiap aduan yang masuk segera kami inventarisasi, agar bisa ditangani secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kabupaten Bekasi, Reza Nuralam, mengungkapkan kebutuhan PJU di wilayah Kabupaten Bekasi mencapai sekitar 9.000 titik. Namun, hingga kini baru terealisasi sekitar 4.000 titik. “Masih banyak jalan kabupaten yang belum terpenuhi PJU, tapi kami terus berupaya mempercepat pemenuhan karena penerangan jalan sangat penting untuk keselamatan dan keamanan masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, Reza juga memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Dishub yang mencapai Rp200 juta. Angka ini, menurutnya, masih jauh lebih kecil dibandingkan PAD dari uji KIR kendaraan pada tahun-tahun sebelumnya. “PAD dari sektor retribusi saat ini hanya Rp200 juta, padahal dulu lebih tinggi karena ditopang dari KIR. Namun, sesuai aturan pemerintah, KIR kini digratiskan sehingga tidak lagi menjadi sumber PAD,” ungkapnya.
Selain itu, Dishub juga mengelola layanan transportasi publik Bis Kita Trans Wibawamukti yang sudah beroperasi sejak 2024. Saat ini ada 15 unit bus yang melayani rute dari Stasiun LRT Jatimulya hingga Terminal Cikarang, dan layanan tersebut masih digratiskan untuk masyarakat.
Dishub Kabupaten Bekasi menegaskan akan terus melakukan evaluasi, efisiensi, dan pengembangan layanan, baik dari sektor PJU, transportasi, maupun peningkatan PAD, agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.



