Korannusantara.id – Labuhanbatu Selatan, 26 September 2025, Di ruang tamu rumah sederhana di Langga Payung, Ana Siregar masih terlihat lemah. Matanya sembab, suaranya bergetar setiap kali menyebut nama putranya, REZI, siswa kelas X Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Falah.
Sejak 11 September lalu, hidupnya berubah setelah mendengar kabar anaknya dilarikan ke klinik karena diduga dianiaya oleh gurunya sendiri.
Sehari sebelum peristiwa itu, REZI dipercaya mewakili sekolahnya mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pulang dengan tubuh letih, remaja itu demam dan keesokan harinya tertidur saat jam pelajaran.
Guru berinisial AB lalu membangunkan dengan tepukan keras dari kopiah yang dipakainya, REZI tersentak. Sang guru menganggap reaksi itu sebagai perlawanan.
Dugaan penganiayaan pun terjadi. AB diduga menendang wajah REZI hingga terpental ke dinding dan terbentur kursi. Bibirnya pecah, mata memar, dan kepala terasa sakit. Ana Siregar menyebut putranya juga diseret dan ditendang berulang kali sebelum akhirnya dibawa ke klinik.
“Sedih sekali saya. Hati menangis sebagai seorang ibu tahu anak saya dianiaya gurunya sendiri,” ucap Ana sambil menitikkan air mata ketika ditemui, Kamis (25/9/2025).
Kasus yang viral di media sosial ini kini ditangani serius aparat kepolisian. Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M.Si.K, menegaskan bahwa laporan dugaan penganiayaan tersebut telah naik status ke tahap penyidikan.
“Kasus dugaan penganiayaan siswa Ponpes Darul Falah Langga Payung yang viral sudah masuk tahap sidik,” kata Kapolres saat dikonfirmasi, Jumat (26/9/2025).
Dalam KUHAP, penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti sehingga perkara menjadi terang serta menemukan tersangkanya.
Ana Siregar telah melaporkan kejadian itu ke Polres Labuhanbatu Selatan pada 11 September 2025 dan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten. Korban juga menjalani pemeriksaan medis lengkap, termasuk CT scan yang menunjukkan adanya pendarahan di otak serta masalah pada gigi.
Hingga kini pihak pesantren belum memberikan keterangan resmi kepada media. Proses penyidikan oleh Polres Labuhanbatu Selatan terus berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi dan bukti medis.
( AT )



