Korannusantara.id – Jakarta, 9 September 2025, Perombakan Kabinet Merah Putih jilid II yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) menyoroti posisi strategis Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam).
Posisi ini menjadi sorotan setelah gelombang aksi massa menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian negara lebih dari Rp 1 triliun akibat kerusakan fasilitas umum dan kantor pemerintah.
Pemberhentian Budi Gunawan sebagai Menkopolkam dinilai sudah tepat. Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, menyebutkan bahwa Sjafrie Samsudin, yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan, merupakan sosok yang ideal untuk menggantikan Budi Gunawan.
“Presiden Prabowo dapat menunjuk Edy Rahmayadi sebagai Menteri Pertahanan. Edy adalah mantan Pangkostrad ke-38 yang juga pernah menjabat Gubernur Sumut ke-18. Pengalaman militernya sekaligus kecakapan dalam kepemimpinan sipil menjadikan Edy sosok yang tepat membantu Presiden,” kata Sutrisno.
Menurutnya, Edy Rahmayadi terbukti mampu menjaga stabilitas Provinsi Sumut saat pandemi Covid-19 dan menjalin komunikasi politik dengan 100 anggota DPRD Sumut selama masa jabatannya. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum PSSI ke-16, pengalaman yang semakin memperkuat kapasitas kepemimpinan di ranah sipil.
Sutrisno menegaskan bahwa Presiden Prabowo membutuhkan pembantu yang loyal dan cepat beradaptasi. “Edy Rahmayadi adalah prajurit patuh dan hormat kepada senior, termasuk kepada Sjafrie Samsudin sebagai Menkopolkam. Ia juga independen karena tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, sehingga tidak ada hambatan dalam pengangkatannya,” ujarnya.
Dengan latar belakang militer yang solid, pengalaman sipil yang komplit, serta loyalitas tinggi, Sutrisno menilai Edy Rahmayadi sangat layak menjadi Menteri Pertahanan dalam kabinet Presiden Prabowo pasca peristiwa aksi massa.
( Red )



