Korannusantara.id, Jakarta – Analis politik sekaligus pemerhati sosial memberikan apresiasi setingggi tingginya atas langkah tegas dan strategis Presiden RI, Prabowo Subianto merespon tuntutan masyarakat dengan mereshuffle menteri Kabinet Merah Putih yang dinilai publik menjelang satu tahun ini secara kinerja tak sesuai harapan publik, tuai kontroversi dan juga diduga tersandung kasus hukum.
Menurutnya, Langkah Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet merah putih dinilai sangat tepat, responsif dan progresif. Publik menilai, Presiden Prabowo mendengar setiap kritikan dan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat baik di berbagai platform media sosial, berdialog hingga melalui aksi turun ke jalan.
“Ini menandakan sinyal positif serta keinginan kuat pemerintah untuk mempercepat kinerja dan target capain dalam mewujudkan asta cita Presiden RI, Prabowo Subianto,” ujarnya Nasky dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).
Oleh sebab itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami mendukung penuh keputusan Bapak Presiden RI, Prabowo melakukan reshuffle kabinet merah putih dinilai sesuai dengan harapan dan tuntutan publik selama ini yang di suarakan.
“Namun, Ia berharap, Keputusan Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet dapat mempercepat kerja nyata pemerintah serta mengarah pada kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat dan tentu sesuai dengan mekanisme dan aturan perundang-undangan yang berlaku di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI),” katanya.
Menurut Alumnus Indef school of potical economy Jakarta, Kinerja menteri mesti dapat diukur dari komitmen dan konsistensi nya terhadap program-program dan kebijakan yang pro-rakyat. Ia menegaskan, tidak ada alasan mempertahankan menteri yang bermasalah baik secara moral publik, dugaan terlibat korupsi dan abai terhadap persoalan kehidupan rakyat.
“Copot menteri-menteri bermasalah dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan NKRI,” tambahnya.
Selain itu, Founder Nasky Milenal Center menilai reshuffle kabinet Merah Putih kali ini harus berfokus pada kerja nyata program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dibawah bukan untuk kepentingan elit politik, kepentingan kelompok apalagi untuk kepentingan oligarki. Tetapi harus untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
“Oleh karena itu, Menteri-menteri di Kabinet Merah Putih dibawah kepemimpinan Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto harus sejalan, se visi se ideologi dan loyalitas kepadanya. Harus benar-benar tulus bekerja untuk kepentingan rakyat, kebijakannya harus pro-rakyat, dan konsisten membela kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Ada sejumlah menteri yang di-reshuffle oleh Prabowo.
“Atas berbagai pertimbangan, masukan, dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, maka pada sore hari ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat konferensi pers di Istana Negara, Senin (8/9/2025).
Berikut ini jajaran menteri yang di-reshuffle oleh Prabowo:
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
Menteri Keuangan: Sri Mulyani
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Abdul Kadir Karding
Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo
(red)



