• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Opini

Tudingan TNI Ada di Balik Kerusuhan Dinilai Upaya Pecah Belah, Semua Pihak Diminta Menahan Diri

Redaksi by Redaksi
6 September 2025
in Opini, Nasional
0
Tudingan TNI Ada di Balik Kerusuhan Dinilai Upaya Pecah Belah, Semua Pihak Diminta Menahan Diri

Ket : Tudingan TNI Sebagai Provokator Demo Rusuh Upaya Pecah Belah

0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – JAKARTA, Aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia pada pekan lalu sudah mereda.

Kondisi keamanan di Ibu Kota dan daerah lainnya juga sudah pulih dan kehidupan masyarakat sudah norman seperti sedia kala.

Namun kini beredar sejumlah asumsi berupa pernyataan yang mengaitkan TNI dengan kerusuhan tersebut.

Salah satunya yang diungkapkan oleh Direktur Amnesty Internasional, Usman Hamid, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, harus ada penelusuran lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kericuhan pada pekan terakhir Agustus 2025.

Penyataan ini muncul dari Usman Hamid lantaran ada isu penangkapan anggota TNI di tengah gelombang demonstrasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Forum Bhinneka Tunggal Ika, Dr Taufan Hunneman, ikut angkat bicara.

Ket :Ketua Umum Forum Bhinneka Tunggal Ika, Dr Taufan Hunneman

Menurutnya, upaya upaya mengaitkan TNI dengan peristiwa kerusuhan tersebut merupakan upaya untuk untuk mediskredirkan lembaha pertahanan dan ketahanan tersebut.

“Ini merupakan fitnah keji dan upaya pembunuhan karakter terhadap institusi TNI,” ujar Taufan dalam pernyataan resminya, pada Sabtu (6/9/2025).

Ia menambahkan, tudingan kalau TNI terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut bertentangan dengan berbagai survei yang menunjukkan kalau TNI adalah lembaga negara yang paling terpercaya di Indonesia.

Salah satunya dalam survei Indikator Politik Indonesia terbaru pada Mei 2025 lalu, yang menyebutkan tingkat kepercayaan publik atar kinerja TNI menempati peringkat tertinggi, yakni sekitar 85 persen.

Karena itulah, lanjut Taufan, tudingan keterlibatan TNI dalam kerusuhan pekan lalu yang kini mulai digaungkan oleh kalangan LSM merupakan upaya cuci tangan sambil mencari kambing hitam.

Hal tersebut sekaligus mengkaburkan dugaan lain yang lebih kuat, yakni adanya proxy asing dalam kerusuhan tersebut, sebagaimana diutarakan oleh mantan Kepala BIN, Hendropriyono.

Terkait hal tersebut, Taufan menilai, analisis Hendropriyono jauh lebih akurat dibanding tudingan Usman Hamid.

Dalam hal ini, Taufan meyakini hal yang sama, yakni adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan akhir Agustus lalu.

Ia melanjutkan, analisis tersebut sama dengan dugaan adanya aliran dana asing pada sejumlah LSM yang ada di Indonesia.

“Saya melihat LSM memiliki agenda yang linier dengan kepentingan asing yang dibungkus dengan dalil open society, HAM dan demokrasi, namun di belakangnya bisa jadi ada agenda global yang lebih besar,” urai mantan aktivis 98 ini.

“LSM atau NGO memanfaatkan kesempatan ini untuk menebar intrik, dimana hubungan TNI dan Polri kini sangat komunikatif, sehingga target kerusuhan yang meluas serta upaya penjatuhan pemerintah tidak terjadi,” sambungnya.

Agar tudingan-tudingan tersebut tidak semakin liar, Taufan meminta semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk mengusut dan mencari aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut.

Menurutnya hal ini penting untuk menjaga kondusifitas agar pemerintah kembali bisa bekerja untuk kemajuan bangsa.

“Saya mengimbau semua pihak tidak memperkeruh suasana dan memberikan kesempatan pada pemerintah untuk bekerja dan meyakini kalau presiden akan berupaya maksimal untuk mewujudkan Indonesia sejahtera, maju, dan makmur,” tutup Taufan.

 

( Bima )

520
Tags: Demo RusuhPecah BelahProvokator DemoTNITudingan TNI
Previous Post

Di Depan DPR, Mahasiswa Trisakti Suarakan 17+8 Tuntutan Rakyat

Next Post

GM FKPPI Serukan Persatuan, Ingatkan Bahaya Makar dalam Gerakan Massa

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
GM FKPPI Serukan Persatuan, Ingatkan Bahaya Makar dalam Gerakan Massa

GM FKPPI Serukan Persatuan, Ingatkan Bahaya Makar dalam Gerakan Massa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.